Pasokan bahan baku jadi hambatan pengembangan industri fesyen RI

Selasa, 16 Oktober 2018 15:32 Reporter : Anggun P. Situmorang
Pasokan bahan baku jadi hambatan pengembangan industri fesyen RI Direktur Jenderal IKM Gati Wibawaningsih. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian berupaya mendorong industri fesyen muslim berperan penting dalam perekonomian nasional dan menjadi kiblat fesyen muslim dunia di 2020. Meski demikian, hal tersebut masih menemui berbagai hambatan salah satunya ketersediaan bahan baku.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, ketersediaan bahan baku memang masih menjadi kendala. Selama ini bahan baku untuk fesyen 30 persen ketergantungan terhadap impor.

"Selama ini impor banyak sekali, kalau diproses produksi bahan baku itu sekitar 30 persen. Nah bahan baku untuk fesyen yang kita punya itu hanya polyester, dan rayon sisanya kita impor. Bahkan rayon itu sebagian kita masih impor karena kapasitas dalam negeri tidak mencukupi," ujarnya di Hotel Sofyan, Jakarta, Selasa (16/10).

Adapun negara-negara pemasok bahan baku impor industri fesyen di antaranya, Amerika Serikat, Mesir, Turki dan Thailand. "Kalau bahan kapas kita impor dari Amerika, dari Mesir dari Turki dari Australia sebagian wool. Kemudian untuk bahan kau rayon kita masih impor dari Thailand," jelas Gati.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) telah melakukan kajian terhadap hasil alam dalam negeri yang dapat dijadikan sebagai bahan baku. Dalam kajiannya, KLHK menemukan ulat yang dapat dikembangkan menjadi sutera

"Kendala masih tetap bahan baku tapi pagi ini kita dapat kabar gembira bahwa yang namanya Kemenhut punya dua ulat yang bisa dikembangkan untuk bisa menjadi bahan baku sutera. Ini kabar gembira sekali bakalan nanti, kita berdoa mudah-mudahan sutera itu kita tidak impor lagi," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Kemenperin susun pedoman kawasan industri 4.0, ini rinciannya
Kemenperin ingin industri fesyen muslim RI jadi kiblat dunia di 2020
Pemerintah manfaatkan pertemuan IMF-World Bank dorong perjanjian perdagangan bebas
DPR dukung swasta gandeng kampus demi kemandirian industri pertahanan
Gandeng Finlandia, RI target jadi pemasok utama produk pulp dan kertas dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini