Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panglima TNI: Presiden bilang kekayaan alam menjadi petaka Indonesia

Panglima TNI: Presiden bilang kekayaan alam menjadi petaka Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. ©puspen TNI

Merdeka.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Gatot Nurmantyo, mengatakan melimpahnya kekayaan alam membuat Indonesia rawan intervensi asing yang ingin menguasai. Maka dari itu, menurutnya, dibutuhkan pembangunan menyeluruh untuk tetap mempersatukan bangsa.

"Kelebihan inilah yang menjadi ancaman. Presiden Soekarno mengatakan bahwa kelak negara-negara di dunia akan iri terhadap kekayaan Indonesia. Dan, Presiden Jokowi pada saat disumpah di Senayan, dalam pidatonya, antara lain mengatakan kaya akan sumber daya alam menjadi petaka," ujarnya saat ditemui di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (7/11).

Modus penguasaan kekayaan alam oleh pihak asing yang dialami Indonesia, lanjutnya, sama seperti yang terjadi pada Libya, Iran, dan Suriah karena kekayaan minyak buminya. "Dan sekarang Indonesia diperebutkan dari berbagai lini, tapi yang dirongrong kondisi dalam negerinya, kebhinekatunggalikaaan kitalah yang digoyang-goyang. Karena itulah cara untuk negara asing masuk kelak di kemudian hari seperti yang dilakukan di Libya, di Iran, di Suriah," jelasnya.

Atas dasar inilah Jenderal Gatot meminta partisipasi seluruh jajaran Ditjen Pajak untuk membantu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, 72 persen urat nadi pembangunan berasal dari pajak.

"Ini yang bisa saya sampaikan. Sehingga diharapkan seluruh kepala kantor, eselon 2 dan 3, bisa mengetahui benar bangsa ini memang terancam, karena semua butuh bangsa ini. Kemudian tahu situasinya, tahu bagaimana menyikapinya, dan bisa lebih bekerja keras lagi," ungkapnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP