OJK DIY Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, Kunci Wujudkan Generasi Cemerlang dan Indonesia Emas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY gencar mendorong budaya menabung di kalangan generasi muda melalui kolaborasi strategis, demi masa depan finansial yang cerah dan Indonesia Emas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK DIY Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, Kunci Wujudkan Generasi Cemerlang dan Indonesia Emas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY gencar mendorong budaya menabung di kalangan generasi muda melalui kolaborasi strategis, demi masa depan finansial yang cerah dan Indonesia Emas. (Merdeka.com)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggalakkan inisiatif untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan generasi muda, sebuah langkah krusial dalam membangun ketahanan finansial masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini merupakan bagian integral dari visi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih cemerlang dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Penanaman kebiasaan menabung sejak usia dini dianggap sebagai fondasi penting bagi kemandirian finansial individu dan stabilitas ekonomi negara.

Sebagai wujud komitmen tersebut, OJK Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah berkolaborasi erat dengan Kwartir Daerah DIY. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025, yang berlangsung meriah di kawasan Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman, pada hari Sabtu. Kegiatan ini dirancang khusus untuk menjangkau pelajar Pramuka, menanamkan pemahaman keuangan, dan mempraktikkan kebiasaan menabung secara interaktif dan menyenangkan.

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menegaskan bahwa menanamkan kebiasaan menabung dan pemahaman keuangan sejak dini adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai bagi masa depan bangsa. Melalui sinergi dengan Gerakan Pramuka, OJK berharap dapat menjangkau lebih banyak generasi muda, membekali mereka dengan keterampilan penting dalam mengelola keuangan pribadi. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek menabung tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan secara menyeluruh, mempersiapkan generasi muda menjadi individu yang melek finansial dan bertanggung jawab.

Kolaborasi antara OJK DIY dan Kwartir Daerah DIY dalam Puncak HIM dan BLK 2025 menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antarlembaga dapat mempercepat penanaman budaya menabung. Gerakan Pramuka, dengan jangkauannya yang luas di kalangan pelajar, menjadi mitra ideal untuk menyebarkan pesan penting mengenai literasi dan inklusi keuangan. Pendekatan ini memungkinkan informasi dan praktik menabung disampaikan secara efektif kepada audiens yang tepat.

Eko Yunianto menekankan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan keterampilan menabung dan mengelola keuangan dengan baik. Dengan melibatkan Pramuka, diharapkan nilai-nilai disiplin dan kemandirian yang diajarkan dalam gerakan tersebut dapat diperkuat dengan pemahaman finansial. Hal ini akan membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cakap dalam mengelola sumber daya finansial mereka.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah DIY, Eling Priswanto, menyambut baik rangkaian kegiatan ini. Ia menyoroti pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat luas. Menurutnya, peningkatan pemahaman keuangan akan mendorong munculnya lebih banyak usaha mikro dan kecil yang naik kelas, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan secara signifikan menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah DIY.

Capaian nasional DIY dalam Puncak HIM dan BLK 2025 juga patut diapresiasi. SMK Negeri 1 Saptosari Gunungkidul, sebagai mitra kerja sama PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil meraih KEJAR Award 2025 dalam kategori Satuan Pendidikan Umum Implementasi KEJAR di Kantor Pusat OJK Jakarta. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga pendidikan di DIY dalam mendukung program literasi keuangan.

Eko Yunianto menyatakan bahwa penghargaan yang diterima SMK Negeri 1 Saptosari DIY adalah bukti konkret bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan industri keuangan di DIY mampu memberikan dampak positif. Dampak ini terlihat jelas dalam upaya membentuk generasi muda yang melek finansial. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut aktif dalam program-program serupa, memperluas jangkauan literasi keuangan.

Sekretaris 1 Kwartir Daerah Pramuka DIY, Sri Budoyo, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya kolaborasi OJK dengan Pramuka DIY dalam pelaksanaan Puncak HIM dan BLK 2025. Ia berterima kasih atas keterlibatan jajaran Pramuka di wilayah DIY yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Kehadiran Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto, jajaran pimpinan di Pemerintah Daerah DIY, dan pimpinan perbankan milik pemerintah daerah di DIY juga menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.

Puncak HIM dan BLK 2025 mengusung tema inspiratif: “Cemerlang, Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang”. Acara ini dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif yang dirancang khusus untuk pelajar. Salah satu sorotan utama adalah talkshow edukatif seputar keuangan yang menghadirkan narasumber ahli, memberikan wawasan praktis tentang pengelolaan uang.

Selain talkshow, berbagai perlombaan menarik juga diselenggarakan untuk melibatkan peserta secara aktif. Lomba KEJAR Amazing Race mengajak peserta mengenal konsep menabung dan pengelolaan keuangan melalui tantangan interaktif yang menguji pemahaman mereka. Ada pula lomba KEJAR Jingle Dance Competition, yang menjadi media ekspresi kreatif bagi pelajar untuk menyuarakan semangat menabung melalui gerakan dan lagu.

Tidak ketinggalan, KEJAR NetZero Fashion Competition hadir untuk menggabungkan literasi keuangan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan. Kegiatan ini berhasil menarik partisipasi 200 pelajar Pramuka dari berbagai sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat, yang merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di wilayah DIY. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi finansial dapat disampaikan dengan cara yang inovatif dan relevan bagi generasi muda.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi