Mitratel Bakal IPO, Lepas 29,85 Persen Saham ke Publik

Selasa, 26 Oktober 2021 19:45 Reporter : Dwi Aditya Putra
Mitratel Bakal IPO, Lepas 29,85 Persen Saham ke Publik Peluncuran IDX30. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel akan melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 29,85 persen saham kepada publik. Dana hasil IPO akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menjelaskan, bahwa IPO MItratel yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) ini merupakan salah satu penataan portofolio yang dilakukan TelkomGroup untuk mengoptimalkan value creation dari Mitratel.

"Ke depannya, Mitratel memiliki potensi pertumbuhan yang baik seiring dengan perkembangan teknologi terlebih dengan kehadiran 5G yang membuat kebutuhan operator terhadap menara telekomunikasi meningkat. Semoga langkah ini memantapkan langkah Mitratel menjadi pemain menara telekomunikasi independen terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga Asia Tenggara," ucap Ririek dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/10).

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa ini merupakan hari bersejarah bagi Mitratel, yang beberapa langkah lagi akan mewujudkan mimpi untuk menjadi perusahaan terbuka. Melalui IPO ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian investor regional maupun internasional terhadap Mitratel, dan tentunya mengajak masyarakat luas untuk menjadi bagian dalam kesuksesan membangun Indonesia yang lebih baik lagi melalui digitalisasi.

Ke depannya, Mitratel berencana untuk ekspansi jangka panjang ke pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik. "Sejalan dengan visi untuk menjadi leader dan provider terbaik dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga tengah mempersiapkan strategi untuk ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Kami akan terus menyediakan layanan infrastructure solution dengan kualitas prima dan harga yang kompetitif, demi memberikan value yang tinggi bagi para investor," katanya.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi Telkom karena telah membawa salah satu anak usahanya, yaitu Mitratel, menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbuka.

"IPO Mitratel diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Mitratel, TelkomGroup, BUMN dan juga negara. Semoga Mitratel dapat membangun market leadership di industri tower provider yang merupakan infrastruktur telekomunikasi nasional oleh BUMN dan anak usaha demi memperkuat ketahanan digital nasional," kata Menteri Erick.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Menteri Erick ingin mitratel dapat menarik investor untuk menginvestasikan dana di Indonesia demi memperkuat perekonomian nasional dan pembukaan lapangan kerja. Mitratel juga diharapkan menjadi perusahaan yang independen dan kebanggaan nasional dengan tata kelola yang transparan, meningkatkan kapasitas finansial serta fleksibilitas untuk lebih agresif dalam mengejar peluang pertumbuhan bisnis yang signifikan.

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) ini menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, dan Morgan Stanley sebagai joint bookrunners dan joint global coordinators. BRI Danareksa Sekuritas bersama Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai joint lead managing underwriters dan domestic underwriters.

Adapun roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Mitratel dijadwalkan pada 26 Oktober - 4 November 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 12 November 2021. Setelah diperolehnya pernyataan efektif dari OJK, penawaran umum akan dilaksanakan pada 16-18 November 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2021.

Sesuai rencana, Perseroan akan menggunakan 40 persen dana hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure) organik, 50 persen untuk belanja modal anorganik, dan 10 persen untuk modal kerja serta kebutuhan Perseroan lainnya. [idr]

Baca juga:
Deretan Saham Rekomendasi Analis Hari ini, Ada BCA dan Indofood
Simak Saham Rekomendasi Analis Hari Ini, Ada BCA dan BNI
IHSG Diprediksi Menguat Seiring Naiknya Harga Komoditas
Simak Saham Rekomendasi Hari Ini, Ada Telkom dan BNI
Komisaris BEI Kolaborasi dengan Ellen May Perluas Edukasi Investor Ritel
IHSG Dibuka Hijau, BBNI dan INDF jadi Rekomendasi Analis

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini