Meski gerai ritel banyak tutup, Ramayana tetap buka 3 toko baru hingga akhir tahun

Selasa, 31 Oktober 2017 16:53 Reporter : Siti Nur Azzura
Ramayana dept Store. ©2017 google maps

Merdeka.com - Penutupan toko ritel nyatanya tengah menjadi isu hangat di Indonesia saat ini. Dari mulai penutupan seluruh gerai 7-Eleven di pertengahan 2017, hingga penutupan gerai Lotus Department Store di sejumlah wilayah.

Head of Marketing and Promotion PT Ramayana Lestari Sentosa Ainu Rofik mengatakan, meski platform online telah menjadi pilihan lokasi belanja, pihaknya tetap mengedepankan gerai offline. Mengingat masih banyak masyarakat yang berbelanja ke toko offline.

Tercatat saat ini, toko offline Ramayana telah mencapai 118 toko, dan hingga akhir tahun akan membuka tiga gerai baru. "Tanggal 3 Desember kita akan buka di Jatinegara, tanggal 17 kita buka di Bekasi, tanggal 27 kita buka lagi di Serpong. Sampai bulan Desember kita buka 3 Departemen Store, sepanjang tahun kita buka sekitar 5 sampai 7 store baru," jelas Ainu di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (31/10).

Terkait penjualan online, Ainu mengaku Ramayana Departemen Store telah merambah ke bisnis online sejak 2016. Hal ini merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap perkembangan teknologi digital.

"Saya pikir karena perkembangan teknologi sekarang yang begitu pesat terutama di dunia internet. Kenapa kita masuk ke online? Karena saya pikir sudah waktunya kita masuk ke online dan jangan sampai kita ketinggalan, dan nyatanya ini jadi satu market yang cukup bagus untuk kita masukin," kata Ainu.

Dia menambahkan, pada 2016, Ramayana telah bekerja sama dengan market place Tokopedia, dan di tahun ini pihaknya telah bekerja sama dengan Lazada. Ke depannya, Ramayana berencana untuk membuka platform sendiri.

"Suatu saat nanti kita akan membuat platform. Namun untuk tahap awal kita sebagai official dulu di online lain. Kita ada di Tokopedia dan Lazada," imbuh [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini