Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menyedihkan, infrastruktur gas Indonesia kalah jauh dari Malaysia

Menyedihkan, infrastruktur gas Indonesia kalah jauh dari Malaysia Pipa Gas PGN. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - PT ‎Pertamina (Persero) mengakui infrastruktur gas di Indonesia masih sangat minim. Bahkan, kondisinya tidak lebih baik atau masih ketinggalan jauh dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia.

Vice President LNG Pertamina, Didik Sasongko Widi menilai, pemerintah selama ini terlalu fokus terhadap pembangunan infrastruktur untuk BBM‎ (Bahan Bakar Minyak). Padahal, infrastruktur gas juga tidak kalah pentingnya untuk dikembangkan. ‎

"Infrastruktur kita saat ini dengan negara seperti Malaysia itu memang menyedihkan. Belum ada. Yang lengkap itu infrastruktur BBM. Karena dari dulu kita manja dengan BBM. Baru beberapa tahun ini saja subsidi ditarik," ujarnya di Media Center Pertamina, Jakarta, Jumat (6/10).‎

Dalam pandangan Sasongko, saat ini seharusnya infrastruktur gas dari Utara hingga Selatan Indonesia sudah tersambung. Hanya saja, karena terlalu santai, pemerintah sampai belum mencapai hal tersebut.‎‎

"Kalau China satu tahun bisa dibangun. Di Indonesia technically bisa, tapi begitu ada pembangunan apa didukung masyarakat?," tuturnya.

Sulitnya pembangunan infrastruktur gas diperparah karena buruknya birokrasi. Dampaknya, beberapa harga tanah tempat pembangunan infrastruktur gas menjadi sangat mahal, bahkan lebih mahal dibanding negara maju seperti Jepang.

"Itu daerah tanah yang paling mahal di Tokyo. Kita bangun pipa 10 Km itu lebih mahal dari luar negeri. (Harga gas) disuruh murah tapi disuruh pakai produksi dalam negeri. Itu lebih mahal 20 persen. Belum lagi kualitasnya jelek. Jadi banyak masalahnya," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP