Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Sri Mulyani ajak ibu-ibu banyak berperan dalam pembangunan

Menteri Sri Mulyani ajak ibu-ibu banyak berperan dalam pembangunan Sri Mulyani upacara HUT RI ke-73. ©2018 Merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menginginkan agar seluruh perempuan di Tanah Air mampu berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara. Dalam kondisi saat ini, menurutnya, perempuan tidak cukup hanya menjadi sebuah objek saja, namun harus mampu menjadi pelaku untuk suatu perubahan ke depan.

"Kalau ingin menjadi negara maju kita tidak boleh separuh dari populasi kita menjadi objek. Separuhnya adalah ibu-ibu. Ibu-ibu tidak boleh menjadi objek, ibu-ibu harus menjadi pelaku dan menjadi subjek yang menentukan," kata Sri Mulyani saat memberikan arahan dalam seminar Dharma Wanita Persatuan (DWP), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (4/10).

Menteri Sri Mulyani mengatakan dengan menjadi subjek maka perempuan dapat menyuarakan hak pendapatnya untuk suatu perubahan yang lebih baik. Perempuan, kata dia, harus bangkit dari tidurnya sehingga tidak lagi dijadikan sebagai objek.

"Agar tidak menjadi objek kita harus menguasai beberapa pemahaman. Oleh karena itu ibu-ibu bisa berpartisipasi bukan hanya menjadi objek yang mendengar kemudian di kilik-kilik perasaannya untuk kemudian digaungkan suaranya," jelas Menteri Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa sebagai seorang perempuan perlu memiliki kualitas yang tinggi. Sebab, menurut dia pabila hanya mengandalkan kecerdasan saja saat ini tidak cukup.

"Perempuan itu berkualitas. Berkualitas artinya satu dia adalah orang yang paham apa yang diomongkan dan dikerjakan, itu adalah kualitas," kata Menteri Sri Mulyani.

Menteri Sri Mulyani membayangkan, apabila separuh penduduk Indonesia memiliki kualitas, maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat. "Kalau kita berkualitas dan cerdas itu daya dorongnya akan besar lagi," imbuhnya.

Oleh karena itu, sebagai seorang perempuan harus memiliki kualitas dan kecerdasan. Dengan demikian, kata Menteri Sri Mulyani, kedua hal tersebut harus didorong secara bersamaan dari sekarang. "Kita (perempuan) kadang-kadang harus menambah itu bahwa kita perempuan itu berkualitas dan cerdas," kata Sri Mulyani.

Bendahara negara ini juga menambahkan, kecerdasan yang terlahir dari seorang perempuan biasanya sudah tertanam sejak dirinya lahir. Apalagi kecerdasan itu dipakai tidak hanya kepentingan dirinya sendiri melainkan orang lain.

"Perempuan yang cerdas adalah perempuan yang tidak memikirkan dirinya sendiri karena dia adalah makhluk yang di design Tuhan dia akan menjadi orang yang memikirkan orang lain," jelasnya.

Selain itu, Bendahara Negara ini juga menginginkan agar perempuan di Indonesia dapat menjaga keutuhan NKRI. Dirinya mengibaratkan Republik Indonesia ini seperti halnya sebuah janin laiknya dijaga oleh seorang perempuan.

"Republik Indonesia seperti bayi dan janin, itu harus kita pelihara dan kita jaga. Kita berikan kebiasaan yang baik sehingga negara kesatuan republik ini bisa dibanggakan oleh kita semua. Artinya kalau ada orang yang ingin merobek-robek kesatuan ibu-ibu harus melawan tidak boleh dibiarkan sama halnya kita tidak ingin merusak anak kita," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP