Menteri Sofyan ke Pengembang: Jangan Ada Lagi Serobot Lahan Irigasi untuk Properti

Rabu, 27 November 2019 21:35 Reporter : Idris Rusadi Putra
Menteri Sofyan ke Pengembang: Jangan Ada Lagi Serobot Lahan Irigasi untuk Properti Sofyan Djalil. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengingatkan pengusaha agar jangan ada lagi kasus-kasus penyerobotan lahan irigasi. Apalagi, ini untuk dibangun rumah atau produk properti lainnya.

"Saya minta kepada pengembang agar mematuhi kebijakan tata ruang di masing-masing daerah. Kalau memang peruntukannya irigasi maka jangan ada bangunan apapun di lahan itu," kata Sofyan dikutip Antara di Jakarta, Rabu (27/11).

Sofyan mengaku masih menemukan kasus-kasus pelanggaran tata ruang di sejumlah daerah sebagian besar karena pemerintah daerah tidak serius untuk melakukan penegakan hukum.

Sofyan mengatakan, sebagian besar pembangunan infrastruktur melewati lahan-lahan pertanian irigasi sudah menjadi kewajiban dari pemerintah daerah mengendalikan peruntukannya agar tidak berubah fungsi.

"Apalagi kalau lahan itu berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) wajib bagi pemerintah daerah untuk mempertahankannya," ujar Sofyan.

1 dari 1 halaman

Pengendalian Tata Ruang

Sofyan juga meminta agar pengendalian tata ruang juga dilakukan di kawasan industri mengingat sekitar 20-30 persen berubah fungsi menjadi perumahan atau properti lainnya.

"Saya kira kalau peruntukannya sebagai kawasan industri maka lahan itu dipersiapkan bagi pabrik-pabrik atau pergudangan bukan kemudian dibangun realestate," ujar Sofyan.

Sofyan juga menyampaikan Kementerian Agraria dan Tata Ruang akan terus menyosialisasikan kebijakan tata ruang ke pemerintah daerah termasuk dalam hal ini memberantas mafia tanah.

"Jangan main-main soal mafia tanah ini saya sudah siapkan perangkat hukum termasuk sanksinya," kata Sofyan. [idr]

Baca juga:
BTN Bocorkan Rencana Perusahaan Jepang Bangun Perumahan Khusus Milenial di RI
Survei: KPR Syariah Lebih Diminati Generasi Milenial
Sri Mulyani Soal Ciputra: Kita Kehilangan Tokoh yang Tak Hanya Sekedar Kejar Profit
Ciputra Meninggal Dunia, Tinggalkan Harta Kekayaan Rp18,32 Triliun
OLX: Rumah Tapak Masih Jadi Primadona
Sektor Properti Diyakini Masih Menarik di 2020, Ini Faktor Pemicunya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini