Menteri PU Percepat Penanganan Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera, Anggaran Rp51,82 Triliun Disiapkan
Menteri PU Dody Hanggodo mempercepat penanganan pascabencana di tiga provinsi Sumatera, mengerahkan ratusan personel dan alat berat, dengan estimasi anggaran Rp51,82 triliun.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Menteri Dody Hanggodo mengambil langkah cepat dalam penanganan pascabencana di tiga provinsi Sumatera. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan infrastruktur dan layanan dasar yang rusak akibat berbagai bencana alam.
Langkah percepatan ini mencakup pengerahan ratusan personel dan alat berat ke lokasi terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama adalah respons tanggap darurat serta pemulihan infrastruktur vital yang krusial bagi kehidupan masyarakat.
Hingga tanggal 10 Desember 2025, Kementerian PU telah mengidentifikasi 1.355 titik kerusakan di wilayah tersebut. Estimasi anggaran besar disiapkan guna memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal.
Pengerahan Sumber Daya dan Respons Cepat
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU telah bergerak cepat untuk melakukan upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana di tiga provinsi terdampak. Pengerahan sumber daya manusia dan peralatan menjadi prioritas utama dalam fase awal ini.
“Kementerian PU telah menurunkan total 310 personel di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terdiri dari unsur Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya. Personel telah melakukan respons cepat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Selain personel, Kementerian PU juga mengerahkan 298 unit alat berat seperti excavator dan loader, serta 121 unit alat pendukung. Tidak hanya itu, 3.727 unit material darurat berupa geobag, bronjong kawat, dan agregat juga telah didistribusikan ke seluruh lokasi terdampak di tiga provinsi tersebut.
Alat berat ini memiliki peran vital dalam membersihkan longsoran, memulihkan alur sungai, serta menangani badan jalan yang rusak. Pemasangan jembatan bailey juga dilakukan untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah yang terputus akibat bencana.
Skala Kerusakan Infrastruktur di Tiga Provinsi
Data terbaru menunjukkan skala kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 10 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, tercatat 1.355 titik terdampak bencana.
Kerusakan ini mencakup berbagai jenis bencana seperti banjir, longsor, jembatan putus, tanggul jebol, hingga jalan nasional yang tidak dapat dilalui. Sektor infrastruktur bina marga menjadi salah satu yang paling parah terdampak.
“Kerusakan infrastruktur bina marga tercatat pada 76 ruas jalan nasional sepanjang 2.058 km dan 31 jembatan nasional sepanjang 2.537 m, serta 108 ruas jalan daerah dan 49 jembatan daerah,” kata Dody.
Pada sektor sumber daya air, kerusakan diidentifikasi pada 127 sungai, 13 bendung, 4 jaringan irigasi, dan beberapa fasilitas lainnya. Sementara itu, sektor Cipta Karya mencatat 85 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdampak, serta 143 lokasi infrastruktur berbasis masyarakat.
Dampak pada Fasilitas Publik dan Estimasi Anggaran
Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur dasar, tetapi juga berdampak serius pada fasilitas prasarana strategis yang digunakan masyarakat. Banyak sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan signifikan.
Tercatat sebanyak 973 sekolah, 562 madrasah, 53 pasar, 212 pondok pesantren, 308 fasilitas kesehatan, 29 kantor, dan 360 rumah ibadah mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu menghambat aktivitas dan layanan publik di wilayah terdampak.
Menteri Dody menyatakan bahwa penanganan darurat akan terus dipercepat mengingat banyaknya fasilitas dasar masyarakat yang terdampak. Pemulihan layanan dasar menjadi prioritas utama Kementerian PU.
Hingga 10 Desember 2025, Kementerian PU mengestimasikan kebutuhan anggaran penanganan bencana di ketiga provinsi mencapai Rp51,82 triliun. Anggaran tersebut terbagi menjadi Rp2,72 triliun untuk tanggap darurat dan Rp49,10 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Menteri Dody juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memastikan pemulihan yang komprehensif.
Sumber: AntaraNews