Menteri Jonan: Ekspor batubara bakal tutup defisit neraca perdagangan
Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan menyebut bahwa sektor mineral dan batubara (minerba) bisa menutupi defisit neraca perdagangan, terutama berasal dari ekspor komoditas batubara.
Menurut Jonan, penambahan kuota produksi batubara menjadi 100 juta ton pada tahun ini akan dapat meningkatkan ekspor.
"Untuk tiga bulan itu bisa nutupi ekspor," kata Jonan di Kantor kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/9).
Jonan mengungkapkan, jika harga batubara USD 60 per ton, dikalikan kuota produksi batubara 100 juta ton maka menghasilkan pendapatan USD 60 miliar. Maka pendapatan tersebut dapat menutupi defisit neraca perdagangan.
"Kalau itu terealisasi nilai ekspr USD 60 kemudian dikali 100 juta itu USD 6 miliar, itu bisa nutupi malah lebih," tuturnya.
Namun menurut Jonan, setelah kuota produksi ditambah, sampai saat ini baru ada tambahan produksi 22 sampai 23 juta ton, dari kuota awal 485 juta ton. "Tapi sampai sekarang yang ajukan 22-23 juta ton," ucapnya.
Pemerintah telah membuka kuota produksi batubara naik sebesar 100 juta ton, dari kuota produksi pada tahun ini yang ditetapkan 485 juta ton menjadi 585 juta ton.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya