Menteri Hanif Sebut Kemiskinan Akibat Tenaga Kerja Krisis Keterampilan

Rabu, 20 Februari 2019 13:30 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menteri Hanif Sebut Kemiskinan Akibat Tenaga Kerja Krisis Keterampilan Menaker Hanif Dhakiri soal kemiskinan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri, mengatakan salah satu penyebab kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia adalah miskin keterampilan (skill). Hal tersebutlah yang membuat pemerintah kemudian menggenjot Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas melalui pendidikan vokasi.

"Salah satu penyebab kemiskinan dan ketimpangan adalah kemiskinan dan ketimpangan skill. Kenapa orang miskin, karena pendapatan rendah karena pendidikan tidak berkualitas. Itulah kenapa Presiden genjot vokasi," ujar Menteri Hanif di Grand Sahid, Jakarta, Rabu (20/2).

Menteri Hanif melanjutkan kemiskinan merupakan tantangan bagi pemerintahan dari masa ke masa. Meski demikian, saat ini tingkat kemiskinan telah berhasil ditekan menjadi 9,8 persen.

"Kemiskinan dari double digit jadi single digit yakni 9,8 persen. Ini angka kemiskinan paling rendah dalam sejarah Indonesia. Ketimpangan sosial menurun. Gini ratio 0,41 persen ke 0,38 persen," jelasnya.

Menteri Hanif menambahkan pencapaian-pencapaian ini masih akan terus ditingkatkan. Salah satunya dengan gencar melaksanakan pendidikan vokasi di seluruh Indonesia termasuk di pesantren.

"Tahun 2017 kami bangun 50 BLK (Balai Latihan Kerja) pesantren. 2018, 75 BLK pesantren. Tahun 2017-2018 sudah berjalan. Mereka jalani pelatihan vokasi sesuai kejuruan dan kebutuhan dengan masyarakat di sekitar pesantren dan kerjasama dengan industri," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, berpendapat tingginya angka kemiskinan di Indonesia dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Ini secara langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini