Menteri Erick Sepakat Kejaksaan Agung Ikut Selesaikan Masalah Jiwasraya

Senin, 11 November 2019 20:13 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menteri Erick Sepakat Kejaksaan Agung Ikut Selesaikan Masalah Jiwasraya Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, sepakat pada usulan Kejaksaan Agung ikut menyelesaikan permasalahan di tubuh PT Asuransi Jiwasraya. Menurutnya, permasalahan di Jiwasraya harus diselesaikan secara komprehensif.

"Statement daripada DPR bagus. Bahwa investasi yang bodong atau yang ada kasus kasus hukum ya diharapkan kejaksaan agung membantu BUMN gitu kan," ujarnya saat ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11).

Menteri Erick melanjutkan permasalahan Jiwasraya tidak akan selesai jika hanya dilakukan perombakan direksi dan komisaris. Pun, jika hanya dilakukan penyuntikan modal segar.

"Kalau cuma nyuntik nyuntik saja hilang lagi buat apa," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengungkapkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian pembayaran polis yang telah jatuh tempo itu.

Penyelesaiannya akan dilakukan bertahap mulai Kuartal II 2019 dan ditargetkan selesai paling lambat pada kuartal II 2020

Perseroan memiliki beberapa strategi dalam menyelesaikan kewajiban kepada nasabah. Beberapa strategi itu antara lain, Jiwasraya membentuk anak usaha, Jiwasraya Putra yang akan melibatkan empat BUMN yakni, BTN, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Telkomsel (Persero).

Jiwasraya juga berencana menerbitkan surat utang untuk membayar kewajiban klaim. Kemudian, Jiwasraya akan mengekspansi digitalisasi dalam bisnis perseroan. Selanjutnya Jiwasraya akan mengoptimalisasi aset properti perusahaan yang menganggur.

1 dari 1 halaman

BUMN: Penyehatan Jiwasraya Dilakukan Bertahap, Nasabah Harus Bersabar

Kementerian BUMN menegaskan bahwa penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara keseluruhan perlu melalui beberapa tahapan dalam rangka memberikan kepercayaan kepada para pemegang polis.

"Saya melihat tahapan-tahapan ini harus kita lalui agar kita bisa mencapai sesuai yang kita harapkan untuk menyehatkan Jiwasraya secara keseluruhan dan memberikan kepercayaan kepada para pemegang polis, untuk bisa kita kembalikan," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo kepada Antara di Jakarta, Selasa (8/10).

Gatot menjelaskan bahwa sinergi Jiwasraya dengan BUMN Karya merupakan bagian dari tahapan-tahapan untuk menyehatkan BUMN asuransi tersebut.

"Ini sudah berjalan, terdapat beberapa tahapan yang dilakukan termasuk sinergi dengan BUMN karya sudah berjalan," katanya

Tahapan-tahapan upaya penyehatan Jiwasraya tersebut sedang berjalan, seperti pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra dan terdapat beberapa tahapan berikutnya.

Terkait nasabah Jiwasraya, Deputi Kementerian BUMN tersebut mengimbau agar para nasabah bersabar karena pihaknya sedang berupaya untuk memberikan solusi.

"Pokoknya sabar saja, kita sedang berupaya untuk bisa memberikan pengembalian tersebut, sambil mohon dukungan para pemegang polis untuk bisa di-rejoint lagi supaya kita ada waktu juga untuk usaha-usaha lain agar bisa memenuhi harapan mereka untuk bisa kita kembalikan," ujar Gatot.

[bim]

Baca juga:
Hanwha Life Luncurkan Produk Bancassurance, Premi Dasar Hanya Rp200.000
Gandeng Bank IBK Indonesia, Hanwha Life Incar Premi Rp36,65 Miliar
Minimalisir Kerugian di Musim Kering, Jasindo Sarankan Petani Ikut Asuransi
Kemenkeu Sebut Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Sudah Sesuai Perhitungan
BCA Tawarkan Produk Baru untuk Asuransi Dana Pensiun
Dikunjungi Menteri Edhy, Nelayan Muara Angke Curhat Soal Pulau Reklamasi Buat Susah
Perusahaan Asuransi Hanwha Life Incar Premi Rp100 Miliar di 2020

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini