Menteri Bahlil: Pengusaha Tambang Nakal Gadaikan Izin di Bank

Jumat, 12 Agustus 2022 21:17 Reporter : Anisyah Al Faqir
Menteri Bahlil: Pengusaha Tambang Nakal Gadaikan Izin di Bank Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menyebut, banyak pengusaha nakal yang menggadaikan atau menjual Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimilikinya. Padahal, IUP tersebut seharusnya dimanfaatkan sesuai dengan perizinannya.

"Aku mau jujur nih. Izin-izin ini sebenarnya tidak boleh digadaikan di bank, apalagi diperjualbelikan. Tidak boleh!," ungkap Menteri Bahlil di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/8).

Menteri Bahlil menceritakan ada banyak pengusaha tambang nakal. Sebagian mereka menggadaikan izin yang telah diperolehnya kepada pengusaha lain. Tak hanya itu, izin yang didapat juga ada yang dijual kembali dan mengambil keuntungannya dari penjualan izin tersebut.

"Konyol ini! Jadi izin diambil dari negara, kemudian digadaikan di bank. Kalau itu mah anak saya yang baru SD pun bisa," ungkapnya kesal.

"Berarti kan cukup punya akses dengan pejabat, terus dapat izin, dan kemudian izinnya digadaikan. Ini yang banyak terjadi," tutur dia.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Tindak Tegas

tegas

Dia pun menganalogikan perizinan tersebut layaknya indekos yang disewakan kembali oleh penghuni kosan. "Ini kan logikanya, izin ini seperti rumah kost, mbak punya rumah kost, mbak izinkan saya sewa rumah kostnya mbak, kan sebelum saya tandatangani kontrak perizinan itu kan ada syarat-syaratnya. Begitu ada syarat yang tidak saya penuhi, pasti mbak usir saya kan?," sambungnya

Maka dari itu, Kementerian Investasi mengambil tindakan tegas dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Tugasnya membenahi perizinan, khususnya di sektor pertambangan.

Sebagai informasi, Kementerian Investasi per Agustus 2022 telah mencabut 2.065 IUP. Dari jumlah tersebut total areal pertambangannya mencapai 3.107.708,3 hektar.

Bila dirincikan per jenis tambangnya, terdapat 306 IUP batubara yang dicabut dengan luas areal sekitar 909 ribu hektar. Kemudian IUP timah sebanyak 307 atau 445 ribu hektar lahan. Nikel sebanyak 106 IUP atau 182 ribu hektar. Emas sebanyak 71 IUP atau 544 ribu hektar.

Lalu bauksit sebanyak 54 IUP atau 56 ribu hektar. Tembaga 18 IUP atau 70,6 ribu hektar. Sedangkan mineral lainnya sebanyak 1.203 IUP atau sebanyak 599 ribu hektar.

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Cabut 2.065 Izin Usaha Pertambangan per Agustus 2022, ini Rinciannya
Mardani Maming: Saya Tak Melarikan Diri Tetapi Ziarah Wali Songo
KPK Jelaskan Konstruksi Kasus Suap Izin Tambang Mardani Maming
Penggunaan Batu Bara Diprediksi Terus Meningkat, RMK Energy Incar Pendapatan Rp2,48 T
KPK Panggil Ketum HIPMI Mardani Maming, Tersangka Suap dan Gratifikasi
KPK soal Status Tersangka Mardani Maming: Tak Ada Proses Hukum Spesial atau Tidak
Mardani Maming Resmi Ajukan Praperadilan terkait Kasus Suap Izin Tambang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini