Mentan Tugaskan Badan Karantina Kawal Program Peningkatan Ekspor

Senin, 18 Oktober 2021 11:31 Reporter : Ananias Petrus
Mentan Tugaskan Badan Karantina Kawal Program Peningkatan Ekspor Mentan Syahrul Yasin Limpo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong Badan Karantina Pertanian, untuk memperketat setiap produk pangan dan makanan yang masuk melalui pintu-pintu bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia.

"Tugas dari karantina pertanian ini sangat penting untuk melakukan pelayanan, menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan dari ancaman hama atau penyakit hewan dan tumbuhan, serta menggerakkan roda perekonomian selama masa pandemi," kata Syahrul Yasin saat memimpin upacara Hari Karantina Pertanian 2021 di Kupang, Senin (18/10).

Menurutnya, karantina pertanian harus berada di garda terdepan dalam mengemban tugas sebagai benteng perlindungan sumber daya alam hayati dan pertanian negara. Badan Karantina Pertanian (Barantan) juga diharapkan mampu membangun dan mendorong ekspor komoditas pertanian Indonesia, pada saat pemulihan ekonomi dunia terjadi.

"Secara khusus saya memberikan tugas strategis kepada Badan Karantina Pertanian untuk mengawal program peningkatan ekspor melalui Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor), selama kurun waktu 2020 hingga 2024. Kesuksesan program tersebut memerlukan sinergi dengan berbagai pihak," katanya.

Salah satu pencapaian sinergitas dalam pencapaian Gratieks adalah kegiatan Merdeka Ekspor yang dilepas oleh Presiden Joko Widodo secara serentak melalui 17 pintu ekspor dengan nilai Rp7,2 triliun. Kegiatan ini memberikan optimisme baru bagi para petani dan pelaku usaha pertanian agar lebih berkembang lagi.

"Diharapkan dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, tidak ada lagi yang tidak melakukan ekspor. Semua harus ekspor demi negara kita tercinta ini. Alhamdulillah berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan, tercatat kopi, tanaman obat, aromatik dan buah buahan kita makin perkasa di pasar dunia, menyusul sarang burung walet dan porang, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo," ungkapnya.

Karantina terbukti mampu menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dengan melakukan pengawasan dan penindakan terkait maraknya isu peredaran ilegal, hewan, tumbuhan dan produknya, hingga memberikan berbagai pembinaan teknis dan akses informasi bagi para pelaku usaha pertanian atau eksportir.

"Saya rasa kinerja Barantan selaku focal point Indonesia untuk Sanitary and Phytosanitary (SPS) WTO, berperan di dalam penyelesaian isu-isu kesehatan dan keamanan produk pertanian dengan negara mitra dagang. Selamat Hari Karantina Pertanian Tahun 2021, mari bersinergi melindungi negeri, pertanian bertumbuh, mendunia dan berkelanjutan, demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern," tutupnya. [cob]

Baca juga:
Pemerintah Target Ekspor 1 Juta Mobil di 2025
Eropa Krisis Energi, Ekspor Tambang RI Meroket 183,5 Persen di September 2021
Impor Indonesia Masih Didominasi China Sepanjang September 2021
Neraca Perdagangan September 2021 Alami Surplus USD4,37 Miliar
BPS Catat Impor Turun 2,67 Persen di September 2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini