Menko Luhut dan Jokowi Bakal Jemput Investasi USD 20 Miliar ke UAE
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa Indonesia akan menerima investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) hingga sebesar USD 20 miliar.
Pernyataan itu disebutnya usai menerima kunjungan perwakilan Uni Emirat Arab di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (6/1) sore.
"Tadi persiapan kunjungan Presiden ke UEA, itu angkanya tadi saya lihat bisa USD 20 miliar. Ditandatangani selama Presiden di sana. Tapi kita masih finalisasi," ujar Luhut saat ditemui di kantornya.
Adapun perjanjian yang akan diteken mencakup beberapa sektor. Antara lain investasi untuk bidang energi, agrikultur, pendidikan, keuangan, infrastruktur, manufaktur, dan Sovereign Wealth Fund (SWF).
"Sudah mencakup semua itu, termasuk empat (investasi di sektor) petrokimia," jelas Luhut.
Detail Investasi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKeempat bentuk investasi UEA di sektor petrokimia dan petroleum yakni Adnoc ke Pertamina untuk Kilang Balongan, Masdar ke PLN untuk PLTS Cirata, Mubadala ke Pertamina untuk Kilang Balikpapan, dan EGA ke Inalum untuk aluminium smelter di Kalimantan Utara.
Secara jadwal, Luhut akan bertolak ke UEA pada Jumat malam, 10 Januari 2020. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menyusul sehari berselang pada Sabtu pagi, 11 Januari 2020.
Luhut mengklaim, perjanjian investasi ini dapat terwujud karena faktor kedekatan antara Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota Kerajaan UEA, Prince Mohammad bin Zayed.
"Itu sebenarnya karena hubungan pribadi Presiden dengan Prince Mohammad bin Zayed. Kami hanya eksekutor saja," tukas Luhut.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya