Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Darmin soal industri sawit: Kita tidak mau jadi pecundang

Menko Darmin soal industri sawit: Kita tidak mau jadi pecundang Ilustrasi Pekerja kelapa sawit. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan saat ini banyak negara yang menganggap remeh produksi kelapa sawit Indonesia. Bahkan, ada beberapa upaya kampanye negatif untuk memojokkan produksi kelapa sawit Indonesia.

"Banyak negara di dunia khawatir melihat sawit, termasuk dari Indonesia. Kemudian lahirlah kampanye untuk memojokkan sawit Indonesia. Semua ikut-ikutan secara tidak proporsional menyalahkan kelapa sawit," ujar Menko Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/2).

Banyaknya negara yang pesimis melihat produksi sawit, pemerintah sedang mengupayakan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan produksi kelapa sawit Indonesia.

"Kita tidak mau jadi pecundang. Kita mau berdiri tegak menghadapi persaingan. Standarisasi akan dikaitkan betul di bidang kelapa sawit, kita sudah punya kerangkanya," katanya.

Pertama, membangun mekanisme pembibitan dan bertekad melakukan peremajaan kebun kelapa sawit milik rakyat. Kedua, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan ekonomi berkeadilan. ‎Salah satunya reforma agraria membenahi kelapa sawit melihat masih banyak status tanah belum jelas kepemilikannya antara masyarakat dan perusahaan.

"Kita kombinasikan program ini dengan program Kementerian Pertanian dan dunia usaha. Sinergi harus dijalankan demi bergeraknya industri kelapa sawit nasional. Kita harus mencari solusi karena banyak kebun rakyat dan perusahaan status tanahnya belum jelas," ujar Darmin.

Menko Darmin berharap dengan upaya tersebut, tidak ada alasan lagi bagi kalangan dunia untuk terus menyuarakan kampanye hitam bagi produk CPO (crude palm oil) Indonesia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP