Advertisement
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan beban fiskal untuk subsidi LPG terus meningkat.
Penyebabnya, konsumsi gas LPG setiap tahunnya terus meningkat.
"Bahwa beban fiskal ini terus meningkat karena konsumsi LPG dari tahun ke tahun terus meningkat," ujar Airlangga di Istana Negara, Kamis (12/10).
Advertisement
Sementara konsumsi gas LPG non subsidi terus mengalami penurunan di angka 580 ribu ton.
Tingginya konsumsi LPG subsidi tahun ini membuat subsidi gas LPG di tahun ini mencapai Rp117 triliun.
Advertisement
Sementara itu, berdasarkan data konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2023, subsidi LPG gas kg dialokasikan Rp5,2 triliun per bulan.
Sehingga dalam setahun diperkirakan dialokasikan Rp62,4 triiliun.
Untuk mengatasi kondisi tersebut itu, Airlangga mengatakan percepatan jaringan gas (jargas) menjadi salah satu solusi. Dia pun menargetkan jargas bisa mencapai 2,5 juta jaringan di tahun 2024.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan menyiapkan peraturan presiden. Sehingga memungkinkan pihak swasta bisa ikut dalam pengembangan jaringan gas kota.
Advertisement
Sehingga memungkinkan pihak swasta bisa ikut dalam pengembangan jaringan gas kota.
Advertisement
"Bapak Presiden meminta untuk menghitung bagaimana caranya agar lapangan-lapangan LPG, lapangan yang berpotensi memproduksi LPG atau LPG mini ini bisa terus didorong," kata Arilangga mengakhiri.