Menko Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Investasi China ke Indonesia

Kamis, 9 Januari 2020 10:10 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menko Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Investasi China ke Indonesia Airlangga Hartarto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Hubungan Pemerintah Indonesia dan China memanas menyusul dugaan pencurian dilakukan kapal negeri tirai bambu di perairan Natuna. Indonesia sendiri sudah menyampaikan protes lewat nota diplomatik ke China.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengaku belum bisa menyimpulkan dampak dari memanasnya hubungan antara Indonesia dan China terhadap ekonomi RI. Apalagi belakangan China diketahui sedang gencar melakukan investasi di Tanah Air.

"Terlalu dini, masih belum bisa kita simpulkan dan ini masih sedang dalam proses," ujar Airlangga ketika ditemui di kantornya, seperti ditulis Kamis (9/1).

Airlangga mengungkapkan, persoalan di perairan Natuna sebetulnya sudah berlangsung lama. Tak hanya kapal nelayan dan coast guard China saja yang terpantau di perairan tersebut, namun belakangan kapal nelayan Vietnam dan Malaysia juga melaut di sana.

Berdasarkan Konvensi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 perairan Natuna masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Sehingga kapal-kapal asing tidak bisa memasuki zona tersebut.

1 dari 1 halaman

Tanggapan Prabowo

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku telah berbincang mengenai nasib perairan Natuna yang saat ini telah diklaim China sebagai daerah teritorialnya. Pemerintah akan mengambil sikap, utamanya mencari jalan keluar yang tepat.

"Kita tentunya gini, kita masing masing ada sikap. Kita harus cari satu solusi baik lah di ujungnya. Saya kira ada solusi baik," jelas dia

Menurut Prabowo, solusi terbaik saat ini sangat tepat ketimbang mengambil langkah-langkah tindakan tegas. Sebab bagaimanapun kata dia, China merupakan negara sahabat Indonesia dalam hal perdagangan.

"Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimanapun china negara sahabat," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Gaya Jokowi Tinjau Kapal Perang TNI di Natuna
Mahfud MD: Kunjungan Presiden Jokowi Menunjukkan Natuna Hak Milik Indonesia
Menlu Retno: Kedaulatan dan Teritori RI Tidak Dapat Ditawar Siapapun dan Kapanpun
Jokowi: Kapal Asing Boleh Lewat ZEE, Tapi Cuma RI yang Berhak Atas SDA-nya
Fadli Zon Harap Kunjungan Jokowi Bikin Kapal China Tak Lagi Masuk Natuna

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini