Menhan Ryamizard Sewakan 2.500 Hektar Lahannya Untuk KEK Sumsel

Sabtu, 5 Januari 2019 21:00 Reporter : Irwanto
Menhan Ryamizard Sewakan 2.500 Hektar Lahannya Untuk KEK Sumsel Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyewakan lahan milik keluarganya seluas 2.500 hektar untuk perluasan areal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumsel di Kabupaten Banyuasin. Dengan penambahan ini, Pemprov Sumsel akan mengajukan revisi luasan KEK ke pemerintah pusat.

Hal itu terungkap setelah adanya pertemuan Ryamizard dengan Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Sabtu (5/1). Dalam pertemuan ini, Ryamizard setuju lahannya digabungkan lahan tersebut dengan KEK tanpa ganti rugi, tetapi hasilnya menggunakan sistem 'be to be' antara PT SMS selaku pengelola KEK dengan PT Tri Patria Grup, perusahaan milik keluarga Ryamizad.

Herman Deru mengungkapkan, adanya kerjasama dengan PT Tri Patria Grup akan membuka peluang pembangunan KEK segera terealisasi. Sebab, selama ini pihaknya kesulitan untuk membebaskan lahan yang ditetapkan pemerintah pusat seluas 2.030 hektar.

"Selama ini kita berkutat pada pembebasan lahan karena tingginya biayanya, satu hektar bisa Rp 800 juta. Nah, dengan adanya bantuan dari Pak Ryamizard KEK bisa segera terealisasi. Itu tanah milik keluarga beliau," ungkap Deru.

Lahan milik keluarga Ryamizard berada di Desa Sungsang 1, Sungsang 2, dan Sungsang 3, Banyuasin. Hingga pertengahan tahun ini, pihaknya akan mengajukan revisi ke pemerintah pusat terkait perluasan lahan KEK, termasuk juga menyiapkan dokumen administrasi, seperti RTRW, analisis dampak lingkungan (Amdal) dan lainnya.

"Kita rencanakan lahan yang lama digunakan sebagai penyangga atau tempat pemasaran, sedangkan lahan milik pak Ryamizard dijadikan kawasan industri berat. Kami targetkan pertengahan tahun itu sudah bisa groundbreaking," katanya.

Deru mengatakan, hingga saat ini Pemrov Sumsel telah mengeluarkan Rp 50 miliar untuk 67 hektar lahan yang sudah dibebaskan. "Pembebasan lahan disetop dulu, lebih baik kita gunakan lahan yang ada untuk efisiensi anggaran," kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), I Gusti Surya Negara mengatakan, penggabungan lahan milik Ryamizad Ryacudu ini merupakan join operasi. "Nantinya keputusan akan diambil oleh Dewan Nasional KEK berapa total luasan wilayah yang dapat dipakai," kata dia.

Menurut Surya, sudah ada 15 investor yang tertarik menanamkan modalnya di KEK Sumsel, empat investor di antaranya berasal dari negara luar, seperti Korea. Investor siap membangun pabrik karena lokasi KEK Sumsel sangat strategis yang langsung berbatasan dengan laut.

"Jika sudah groundbreaking, investor-investor itu langsung membangun. Bisa jadi, akan banyak lagi investor yang ikut tertarik," pungkasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini