Menengok Kompaknya Menteri Jokowi Bangun Wisata Benoa di Bali

Jumat, 14 Februari 2020 19:35 Reporter : Moh. Kadafi
Menengok Kompaknya Menteri Jokowi Bangun Wisata Benoa di Bali Menteri BUMN Erick Thohir. ©2020 Merdeka.com/Moh Khadafi

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir meninjau pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub, di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali pada Jumat, (14/2) sore. Menteri Erick ditemani oleh Menteri Pariwisata dan EkonomiKreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau BPN RI, Sofyan Djalil dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia serta para steakholder lainnya.

Dalam kunjungan ini, Erick Thohir mengatakan bahwa untuk menyukseskan sebuah proyek pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub, harus bersinergi dengan kementerian lainnya.

"Konsep kesuksesan sebuah proyek itu bukan karena kementerian ini melakukan sesuatu dengan sendiri. Tetapi sebuah proyek bisa sukses kalau semua kementerian ini bekerjasama dan bisa melakukan sesuatu yang kongkret," ujar Erick Thohir.

Menurutnya, menggandeng atau bekerjasama dengan kementerian lainnya dengan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Benoa Integrated Maritime Tourism Hub adalah sebuah ide baru.

"Karena memang ini sebuah formula baru yang kita temukan dan mencerminkan bahwa kabinet Indonesia maju ini, kabinet yang kompak dan kongkret. Seperti Bapak Presiden (Jokowi) bilang, bukan hanya send-send tapi tidak delivery," Imbuhnya.

Kemudian, dalam pengembangan Pengembangan Benoa Integrated Maritime Tourism Hub sudah sejak awal dilakukan secara profesionalisme dan transparan. "Untuk proyek strategis itu dibuka selebar-lebarnya dari awal. Baik masukkan dari komisi VI DPR wakil rakyat ataupun dari semua kementerian yang akan terlibat termasuk BUMN," ujarnya.

"Yang memang tidak lain, kita ingin memastikan ekosistem dari pada pembangunan strategis ini. Impact-nya juga kepada masyarakat, kepada ekonomi dan lain-lainnya," sambung Menteri Erick.

1 dari 1 halaman

Akselerasi Pembangunan Benoa

Erick Thohir berharap dengan pengembangan Benoa Integrated Maritime Tourism Hub di Indonesia khususnya Bali yang merupakan jantung pariwisata bisa terus di akselarisasi.

"Karena terlepas adanya virus corona, tapi kesempatan kita membangun infrastruktur dan pada saat yang tepat kita sudah siap. Apalagi, kita tahu income dari pada dunia tourisme yang memang Bapak Menteri Pariwisata memfokuskan adalah komponen yang penting juga," ujarnya.

Maka untuk membangun infrastruktur pariwisata yang lebih baik, semua kementerian turut mendukung dengan pengembangan Benoa Integrated Maritime Tourism Hub. "Menteri Sofyan Jalil juga mendukung secara pertanahan dan Kepala BKPM juga memastikan investasi partnership yang ada di Bali ini. Khususnya, untuk pelabuhan yang terintegrasi menjadi sebuah kepastian yang baik untuk semua," ujarnya.

Sementara Menteri Agraria dan Tata Ruang atau BPN RI, Sofyan Djalil menyampaikan siap mendukung program Bali Maritim integrity Port Development yang nantinya menjadi terminal integrasi yang cukup menyenangkan dalam rangka menerima turis yang berkunjung ke Bali.

"Tugas saya adalah bagaimana masalah pertanahan beres, masalah tata ruang oke. Sehingga idenya Bapak Menteri BUMN dalam rangka mendukung pariwisata bisa terlaksana," singkatnya.

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menyampaikan, bahwa untuk pariwisata mendapatkan support yang luar biasa dari Kementerian BUMN dengan rencana pengembangan Benoa Integrated Maritime Tourism Hub.

"Ini sangat sejalan sekali dengan strategi besar kepariwisataan kita untuk dapat meningkatkan kualitas turis. Apalagi di sini bukan hanya cruise tapi ada yacht dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan Benoa ini bisa juga menjadi pusat tujuan wisata. Karena di sini nantinya ada tempat performance, kerajinan produk-produk Indonesia dan banyak lainnya.

"Saya rasa ini (mendukung) dari segi ekonomi kreatif bukan hanya pariwisata saja. Bapak Erick memang sangat berkomitmen untuk mendukung secara korporasi maupun secara infrastruktur agar pariwisata ini dapat menjadi tulang punggung penghasil devisa buat negara sebesar-besarnya dan menciptakan lapangan pekerjaan sebesar-besarnya dan akhirnya memberikan kesejahteraan untuk rakyat," ujar Menteri Wishnutama. [idr]

Baca juga:
Erick Tohir Sebut Bali Jantung Pariwisata namun Infrastruktur Tertinggal
Doakan Wabah Virus Corona Cepat Reda, Dispar Bali Gelar Sembahyang Bersama
Gubernur Koster Bakal 'Sulap' Klungkung Jadi Pusat Kebudayaan Bali
Dampak Virus Corona, Kunjungan Turis China ke Bali Diperketat
Keindahan Air Terjun Leke-Leke, Wisata Alam yang Tersembunyi di Tengah Hutan Bali

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini