Membongkar Kejanggalan saat Garuda Indonesia Angkut Harley Selundupan

Minggu, 8 Desember 2019 08:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Membongkar Kejanggalan saat Garuda Indonesia Angkut Harley Selundupan Ari Askhara. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - lkatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang mencopot Dirut Garuda Indonesia, l Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Askhara dicopot dari jabatannya karena tersandung kasus penyelundupan Harley Davidson di pesawat Garuda.

"Selama ini kinerja Ari Askhara di Garuda selalu kontroversi," kata Ketua Umum IKAGI, Zaenal Muttaqin di Jakarta, Jumat (6/12).

Askhara kerap membuat kebijakan kontroversi yang merugikan banyak pihak. Mulai dari perusahaan, anak perusahaan, karyawan sampai masyarakat sebagai penumpang.

Kasus kontroversial yang dilakukan Askhara di antaranya pemalsuan laporan keuangan tahun 2018 yang rugi menjadi untung. Lalu suguhan live music akustik di pesawat, pengalihan rute penerbangan London dan Amsterdam via Denpasar, larangan foto dan video dalam pesawat terhadap penumpang.

Zaenal membeberkan, Askhara berlaku tidak adil pada karyawan dan awak kabin yang tergabung dengan serikat kerja IKAGI. Di antaranya menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), melarang terbang (grounded) para pengurus serikat pekerja, melakukan PHK tanpa dasar jelas beberapa awak kabin. Bahkan Askhara juga membentuk serikat pekerja tandingan untuk membela kepentingannya.

Namun pencopotan Askhara dari jabatannya belum menyelesaikan masalah. Sebab masih ada pihak lain di jajaran direksi yang juga melakukan hal yang sama seperti Askhara. "Masih banyak jajaran direksi yang berupaya melakukan hal sama seperti Ari Askhara," kata Zaenal.

Tak hanya kontroversial di perusahaan, kasus angkut Harley Bondong pun ternyata menyimpan beberapa kejanggalan.

1 dari 2 halaman

Tak Ada Izin Dinas

Kasus penyelundupan komponen motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton membuat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara kehilangan jabatannya.

Dalam manifest pesawat Airbus tipe 330-900 tersebut, tercatat Ari Askhara menumpangi pesawat dengan jajaran direksi lain. Namun ternyata, ada 4 direksi yang tidak dapat izin terbang dari Kementerian Perhubungan.

"Menurut komite audit, ke-4 direktur ini tidak dapat izin dinas dari Kemenhub, itu I Gusti Ngurah Askhara, Iwan Juniarto, Mohammad Iqbal, dan Heri Akhyar," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jumat (6/12).

Menurut Arya, 4 direksi tersebut melanggar Surat Edaran Menteri BUMN. Dirinya juga menambahkan, bisa saja direksi Garuda Indonesia dirombak guna mengevaluasi total perusahaan.

"Perombakan bisa saja, sebab kita masih evaluasi total Garuda Indonesia. Laporan banyak mengenai perilaku kepada para pekerja, dan ini harus ada evaluasi keuangan," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Pesawat Tak Boleh Angkut Kargo

Buntut kasus penyelundupan komponen motor gede Harley Davidson milik penumpang inisial AA, yang diduga sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, semakin panjang.

Keterangan terbaru dari Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyebutkan bahwa pesawat Garuda Indonesia yang membawa motor seharga Rp800 juta tersebut sebenarnya tidak boleh membawa kargo.

"Pesawat tersebut baru dan belum dioperasikan secara komersil. Harusnya enggak boleh bawa kargo," tutur Arya di Gedung Kementerian BUMN, Jumat (6/12).

Lebih dari itu, pesawat yang membawa Harley tersebut ternyata langsung mendarat ke hanggar, karena pesawat baru. Arya yang juga menjabat sebagai komite audit, menduga ada itikad tidak baik untuk menghindari pemeriksaan.

Oleh karenanya, kasus ini bisa jadi masuk ke dalam tindak pidana. Meski demikian, butuh pembuktian lebih lanjut dari Bea dan Cukai serta pihak kepolisian.

"Dari itu merekomendasikan Kementerian BUMN, untuk mengambil tindakan direksi dan staf Garuda Indonesia. Itu ditandatangani, Sahala, Chairul Tanjung, 5 komisaris," katanya. [idr]

Baca juga:
Viral Sri Mulyani Naik Sepeda Brompton Seharga Rp50 Juta, Ini Penjelasan Kemenkeu
Saran Menhub Budi Sebelum Erick Thohir Pilih Dirut Garuda Indonesia
Seluruh Direksi Dicopot, Komisaris Garuda Indonesia Yakinkan Operasional Tetap Normal
Menteri Erick Segera Tunjuk Plt Direksi Garuda Indonesia
Erick Thohir Copot Seluruh Direksi Garuda Indonesia yang Terlibat Harley Selundupan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini