KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Melirik keperkasaan merek Made In Indonesia di kancah dunia

Jumat, 15 Mei 2015 07:05 Reporter : Novita Intan Sari
Ilustrasi produk Indonesia©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Tidak dipungkiri lagi, saat ini mayoritas masyarakat Indonesia memandang sebelah mata brand atau merek dalam negeri. Masyarakat lebih memilih merek impor dengan berbagai alasan. Namun tahukah Anda, beberapa merek made in Indonesia ternyata diakui di luar negeri. Produk merek nasional tersebut mampu bersaing di pasar global.

Direktur Kalbe Farma menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat kelas menengah Indonesia yang tumbuh tinggi tidak memanfaatkan produk dalam negeri yang kualitasnya sudah terjamin. Malah sebaliknya, masyarakat malah suka barang impor.

"Saya cukup prihatin kalau kita (Indonesia) potensi pasarnya hanya dipakai asing, Indonesia merupakan potensi 10 ekonomi dunia tapi sayangnya seringkali dikuasai asing mulai dari perbankan, susu formula, susu bayi," ujarnya beberapa akhir ini di Jakarta.

Hal serupa juga diutarakan Passenger Car Manager Retail Marketing PT Pertamina Lubricants Eko Ricky Susanto. Dia menyayangkan masyarakat Indonesia yang lebih memilih merek impor. Padahal merek dalam negeri sudah dilirik pasar global karena inovasi yang meningkat dan pemasaran produk terus-menerus.

Eko mencontohkan bagaimana Pertamina Lubricants bisa menjadi rekan teknologi bagi Lamborghini, produsen mobil mewah yang sudah mendunia. "Kami mulai merintis kerja sama sejak 2009, empat tahun kemudian, perusahaan kami memperbaiki kinerja dan berusaha memperluas pasar hingga maksimal. Baru awal 2015 Lamborghini menunjukkan kami sebagai rekan teknologi," katanya.

Menurutnya, berkat kerja keras perusahaan, kini Pertamina mampu memiliki rekan teknologi sebanyak 24 negara, setelah berhasil mengakuisisi pabrik pelumas di Thailand, kini Pertamina menargetkan menjadi 15 besar pelumas bagi produsen mobil mewah dalam 10 tahun mendatang.

"Kita (Pertamina) bukan hanya sebagai brand sponsor saja dalam event motorsport atau mobil di Eropa, tetapi teknologi partner. Bayangkan saja, sekali event bisa 5.000 orang yang datang," kata dia.

Sementara menurut Presiden Direktur Martha Tilaar Grup Bryan Tilaar, kekhasan Indonesia dapat menjadi kunci membangun merek nasional. "Kekayaan sumber daya alam dapat menjadi bahan baku untuk menghasilkan produk berkualitas. Kami konsisten dengan visi tersebut sehingga kandungan bahan baku impor hanya 15 persen," tutur Bryan.

Pada 2015, menurut Bryan Martha Tilaar Group memiliki alokasi belanja modal Rp 10 - Rp 15 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk menambah 3-5 toko di dalam negeri dan di luar negeri, peremajaan infrastruktur, dan menambah kapasitas mesin.

Dia menambahkan pemerintah Prancis sudah mengundang mereka untuk berinvestasi atau melakukan kerja sama dengan perusahaan kosmetik lokal di Prancis. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Produk Indonesia
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.