Medco dan Pertamina EP Serahkan Pipa Penyaluran Gas di Tarakan Ke Negara

Jumat, 21 Februari 2020 17:36 Reporter : Merdeka
Medco dan Pertamina EP Serahkan Pipa Penyaluran Gas di Tarakan Ke Negara pipa gas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Medco E&P Tarakan dan PT Pertamina EP menyerahkan pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga ke Tarakan sepanjang 31 Kilo Meter (Km) ke negara melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Tinggal mengatakan, ini menunjukkan komitmennya untuk mendukung upaya optimalisasi pemanfaatan aset yang digagas oleh SKK Migas.

"Pengalihan aset ini merupakan salah satu upaya SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT Medco E&P Tarakan dan PT Pertamina EP dalam rangka pengendalian biaya operasi," kata Tunggal, di Jakarta, Jumat (21/2).

Menurutnya, berbagai upaya penghematan dilakukan oleh KKKS dalam menyikapi tantangan harga minyak dunia yang masih rendah. Langkah penghematan tersebut salah satunya melalui strategi optimalisasi pemanfaatan aset baik dengan mekanisme pemanfaatan bersama ataupun dengan transfer aset antar KKKS.

Tunggal menambahkan, pengendalian biaya operasi merupakan hal yang paling utama dilakukan saat ini pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, untuk mencapai tingkat yang paling efektif dan efisien, sehingga memberikan kontribusi yang optimal pada pencapaian produksi atau lifting dan penerimaan negara dari sektor hulu migas.

Pipa gas ini menjadi titik utama dalam rangka menjaga ketahanan energi di Provinsi Kalimantan Utara. Jalur pipa ini juga dimanfaatkan oleh PT Pertamina EP untuk menyalurkan gas kepada PT PLN (Persero) Tarakan pada mesin pembangkit di Binalatung Kelurahan Pantai Amal Tarakan, PLN Tarakan Area Kampung 1, PLN Tarakan Area Gunung Belah, PGN City Gas Tarakan dan Pembangkit Tenaga Listrik (PTL) PEP Tarakan Field.

1 dari 1 halaman

Sejarah Pipa Penyalur Gas

penyalur gas rev2

Pipa penyalur gas milik PT Medco E&P Tarakan yang dibangun pada tahun 1996 ini membentang dari Booster Stasiun Pertamina di Pulau Bunyu ke Pulau Tarakan yang dioperasikan oleh Medco (G8 Stasion) untuk mensuplai bahan baku kebutuhan listrik di Tarakan. Pada tahun 2012, sesuai instruksi Kepala BPMIGAS, PT Pertamina EP Asset 5 Bunyu Field telah diminta untuk membantu menyalurkan gas dari lapangan Tapa sebagai bahan baku listrik di Tarakan yang berlangsung hingga kini.

Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk pemerataan, memprioritaskan sumber daya yang ada untuk kemakmuran rakyat sesuai semangat ketahanan energi, maka aliran gas yang bersumber dari dua lapangan yang dioperasikan Pertamina EP dan Medco ini, dimanfaatkan untuk jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Tarakan.

Dengan kehadiran jargas, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan akses kepada sumber energi, peningkatan standar keamanan instalasi gas serta dapat menghemat biaya belanja energi hingga 50 persen.

Per tahun 2020, sekitar 70 persen masyarakat di kota Tarakan sudah menikmati manfaat dari gas bumi. Pasokan gas yang disuplai oleh PT Pertamina EP Bunyu Field kepada PLN Tarakan ke pembangkit Binalatung sebesar 2.7 MMSCFD. Sementara pembangkit di Gas Plant G8 ratarata pengiriman gas sebesar 2.5 MMSCFD.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Cadangan Migas Pertamina EP Kurang dari 10 Tahun
Pertamina Beberkan Alasan Lifting Migas Tak Capai Target di 2019
Pertamina Diminta Cari Mitra Optimalkan Pencarian Minyak di Sumur Tua
Pertamina EP Raup Laba USD 604 Juta
Pertamina EP Rantau Field Berdayakan Masyarakat Aceh
Dorong Kompetensi SDM Migas, Ini Susunan Baru Ikatan Ahli Teknik Perminyakan RI

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini