Medan Berat, Penyelesaian Jalan Trans Papua Molor Hingga 2020

Kamis, 18 April 2019 17:27 Reporter : Merdeka
Medan Berat, Penyelesaian Jalan Trans Papua Molor Hingga 2020 Menteri PUPR Soal Trans Papua. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Pengerjaan proyek Jalan Trans Papua dan jalan perbatasan di Bumi Cendrawasih nampaknya sulit dirampungkan pada tahun ini. Medan yang sulit dan berbukit-bukit membuat penyelesaiannya diperkirakan mundur satu tahun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, memperkirakan jalan Trans Papua yang membentang dari Sorong hingga Merauke baru bisa tersambung sepenuhnya pada 2020 mendatang.

"2020 itu (Trans Papua tersambung). Itu 2019 belum bisa tembus, karena sangat keras sekali medannya," ujar dia, seperti dikutip Kamis (18/4).

Sebagai informasi, proyek Trans Papua ini memiliki total panjang sekitar 4.330,07 kilometer (Km). Pengerjaannya terbagi dalam dua provinsi, yakni di Papua Barat sepanjang 1.070,62 Km, dan di Papua dengan panjang total 3.259,46 Km.

Saat ini, jalan Trans Papua di Papua Barat telah tembus seluruhnya. Sedangkan, yang terletak di Provinsi Papua hingga akhir 2017 lalu baru tersambung sekitar 2.907 Km.

Menteri Basuki meneruskan pengerjaan jalan perbatasan di Papua pun terhambat oleh persoalan serupa, yakni sulitnya medan di lokasi pembangunan. Seperti pada segmen Oksibil ke Tanah Merah yang harus menembus perbukitan.

"Medannya tinggal sedikit, tapi kan itu karena medannya pegunungan di tengah itu jadi sangat berat. Yang lainnya dari Merauke ke Boven Digoel sudah nyambung. Tinggal antara Oksibil itu yang belum," terangnya.

Proyek jalan perbatasan di Papua sendiri memiliki total panjang 1.098,24 Km yang terhubung dari Jayapura hingga Merauke. Pengerjaannya dibagi dalam tiga segmen, yakni Segmen I Jayapura-Yarso-Waris-Yetti sepanjang 128,18 Km, Segmen II Yetti-Ubrub-Oksibil sejauh 301,74 Km, serta Segmen III Oksibil-Tanah Metah-Muting-Merauke sepanjang 668,32 Km.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui tidak mudah dalam mengerjakan proyek pembangunan jalan Trans Papua. Sebab, beberapa tantangan kerap kali dijumpai mulai dari kondisi jalan yang rusak parah, hingga rute yang tidak memungkinkan untuk dimasuki oleh alat-alat berat.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini