May Day, Pertamina jamin pasokan BBM aman meski ramai demo buruh
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk menjamin kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) berkaitan dengan aksi demo hari buruh. Pertamina akan mencari jalan alternatif yang jauh lebih aman untuk menghindari demo tersebut.
Unit Manager Communication & Relations PT Pertamina MOR III, Dian Hapsari Firasati, mengatakan Pertamina telah memiliki rencana dalam menjamin kelancaran penyaluran BBM, ketika kondisi jalan tidak kondusif.
"Antisipasi ada karena kami punya rencana alternatif, dengan melalui jalan-jalan alternatif," kata Dian, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Selasa (1/5).
Menurut Dian, Pertamina sudah memiliki prosedur dalam penyaluran BBM ketika kondisi jalan terkendala, baik karena bencana alam atau karena demonstrasi seperti saat peringatan hari buruh yang jatuh pada 1 May. "Ini berlaku baik jika ada demo, bencana alam dan lain-lain," ujarnya.
Setiap 1 Mei diperingati sebagai hari buruh internasional atau dikenal dengan sebutan May Day. Pada hari buruh tersebut, para buruh pun menyampaikan aspirasinya dengan sejumlah kegiatan mulai dari aksi demonstrasi, long march, dan kegiatan lainnya.
Tak hanya di luar negeri, para buruh di Indonesia pun turut serta memeriahkan peringatan hari buruh pada 1 Mei. Apalagi sejak 2013, pemerintahan Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.
Lalu bagaimana agenda peringatan hari buruh pada Selasa 1 Mei 2018 ini?
Pada hari buruh yang jatuh pada 1 Mei 2018 ini, sekitar 150.000 buruh dari DKI Jakarta dan sekitarnya akan gelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menuturkan, aksi unjuk rasa juga akan diikuti hampir satu juta buruh dari 25 provinsi dan 200 kabupaten kota di Indonesia.
"Untuk aksi di Istana Negara, Jakarta, ada 150 ribu buruh se-Jabodetabek, Serang, Karawang, Purwakarta," ujar Said.
Di Jakarta, massa buruh akan berkumpul di depan Patung Kuda dekat Gedung Indosat pukul 10.00 WIB. Setelah itu, peserta aksi akan berjalan kaki (long march) ke Istana Negara. Aksi di depan Istana akan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB.
"Jam 13.00 peserta massa aksi akan bergerak ke Istora Senayan untuk merayakan May Day sekaligus deklarasi Calon Presiden RI 2019-2024 yang akan dipilih dan didukung buruh Indonesia," tutur dia.
Menurut Said, selain di Jakarta, aksi unjuk rasa juga akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, seperti Surabaya sebanyak 50 ribu buruh se-Jawa Timur di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Kemudian, di Jawa Tengah, sebanyak 15 ribu menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
"Sebanyak 15 ribu buruh se-Kepulauan Riau di depan Kantor Wali Kota Batam, 2 ribu buruh di Aceh, 10 ribu buruh di Sumatera Utara, ribuan buruh di Jawa barat, dan lain-lain yang akan melakukan aksi di depan kantor gubernur masing-masing," kata dia.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya