Masjid KH Abdurrahman Wahid bisa bantu sarana ibadah di Pusdiklat Kemenaker
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Hery Sudharmanto mengungkapkan, pembangunan Masjid KH Abdurrahman Wahid di Pusdiklat bertujuan untuk membantu dan memudahkan seluruh peserta Diklat Naker dan masyarakat setempat di Kampung Makassar.
Sebab masyarakat di sekitar Pusdiklat, hingga saat ini masih mengalami kekurangan sarana ibadah.
"Kami berharap masjid KH Abdurrahman Wahid ini bisa segera operasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat dan khususnya peserta diklat yang sangat membutuhkannya," kata Hery di sela-sela peletakkan batu pertama pembangunan Masjid KH Abdurrahman Wahid di Pusdiklat Kemnaker, Jakarta Timur, Selasa (13/3).
Mesjid KH Abdurrahman Wahid yang berada di tengah-tengah lingkungan Pusdiklat berukuran 15x19 meter, dua lantai dan dapat menampung 370 jemaah, pembangunannya akan memakan waktu selama empat bulan (Maret-Juni).
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri ingin agar seluruh pegawai Kemenaker, peserta Diklat maupun masyarakat muslim sekitar Pusdiklat bisa ikut memakmurkan Masjid KH Abdurrahman Wahid.
"Jangan sampai bangun-bangun saja, tapi tidak dimakmurkan," jelasnya.
Masjid KH Abdurrahman Wahid juga diharapkan Menaker Hanif, bisa menjadi media atau sarana untuk menyemai pandangan Islam yang moderat, damai, sejuk, rahmatan lil 'alamin (Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta) dan bukan menjadi tempat untuk provokasi atau aneh-aneh.
"Karena saat ini gairah masyarakat sedang bersemangat belajar agama, sesuatu yang positif," tutupnya. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya