Masalah Penghentian Penyaluran Solar Subsidi oleh AKR Belum Temui Titik Terang

Kamis, 22 Agustus 2019 17:51 Reporter : Merdeka
Masalah Penghentian Penyaluran Solar Subsidi oleh AKR Belum Temui Titik Terang SPBU. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Masalah penghentian penyaluran solar subsidi oleh AKR Corporindo belum menemukan titik terang. Sampai saat ini, belum ada keputusan dari Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk penyelesaiannya.

‎Retail Petroleum AKR, Muliady Jahya mengatakan, sejak 12 Mei 2019 hingga kini, AKR masih menghentikan sementara penyaluran solar subsidinya, sebab terkendala formula harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak sesuai perekonomian.

"Kami sementara berhenti karena terkendala formula, saat ini sudah difasilitasi Kementerian ESDM untuk mencari jalan keluar," kata Muliady, di Jakarta, Kamis (22/8).

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Asa mengatakan, pihaknya sudah melimpahkan keputusan penyelesaian penghentian penyaluran solar subsidi oleh AKR ke Ditjen Migas. Saat ini BPH tersebut masih menunggu‎ keputusan instansi tersebut.

"Dari BPH Migas sudah koordinasi dengan Ditjen migas. Kami menunggu jawaban resmi Kementerian ESDM," tuturnya.

Menurut ‎Fanshurullah, ada dua kemungkinan dari keputusan tersebut, pertama mengubah formula harga BBM dan berikutnya adalah pengalihan kuota solar subsidi yang ditugaskan untuk disalurkan AKR ke PT Pertamina (Persero).

Tercatat, dari 234 ribu Kilo liter (Kl) kuota solar subsidi yang penyalurannya ditugaskan ke AKR pada tahun ini, masih tersisa 134 ribu Kl yang belum tersalurkan.

"kalau sudah ada jawaban apakah melanjutkan penyaluran atau sidang komite memutuskan mengalihkan ke Pertamina. Kita tunggu saja perkembanganya kami sudah buat surat resmi ke Ditjen Migas," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. BBM Subsidi
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini