Luncurkan Kerajinan Rotan, Sarinah Bidik Raup Ekspor Rp5 M Tahun Depan

Kamis, 17 Oktober 2019 19:18 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Luncurkan Kerajinan Rotan, Sarinah Bidik Raup Ekspor Rp5 M Tahun Depan Produk Rotan di Sarinah. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - PT Sarinah (Persero) meluncurkan produk terbarunya yaitu 'Sarinah Home' pada acara Trade Expo Indonesia 2019, ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten. Sarinah Home merupakan produk furnitur dan dekorasi rumah bergaya kontemporer dengan bahan dasar rotan.

Sarinah Home menggunakan rotan sebagai bahan baku dasar sebab memiliki kualitas alami yang baik. Seperti ringan, kuat, nyaman dan dapat beradaptasi baik dengan lingkungan sekitar.

Direktur Perdagangan dan Properti Sarinah, Indyruwani Asikin Natanegara, menyampaikan pihaknya memberdayakan pengrajin lokal yang terampil di bidangnya. Kegiatan produksi terjadi di Cirebon.

"Kita sudah punya pengrajin yang permanen. Kita memberdayakan pengrajin. Kreativitas datang dari mereka dan dari tim kita. Pusatnya di Cirebon. Gudangnya ada di Cirebon," kata dia, saat ditemui, di ICE BSD, Banten, Kamis (17/10).

Tak hanya itu. Bahan baku pun diambil dari dalam negeri. Saat ini, pasokan bahan baku masih berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara. "Bahan baku rotan dari Kendari. Kita juga akan coba juga dari Aceh. Tapi kita lihat dulu kualitasnya," ujar dia.

Indy berharap Sarinah Home siap menembus pasar ekspor dunia seperti Eropa dan Timur Tengah. Saat ini beberapa negara yang secara konsisten menyerap produk Sarinah Home, yakni Spanyol dan Jerman.

Terkait kinerja ekspor, Indy mengatakan pada tahun lalu, produk rotan dan kayu yang dihasilkan Sarinah berhasil membukukan nilai Rp3,2 miliar. Sementara per September atau triwulan III/2019, nilai ekspor yang dibukukan sudah mencapai Rp2 miliar.

"Target ekspor tahun ini saya ingin, kan sudah mau tutup tahun. Tahun depan bisa menembus Rp5 miliar total untuk kayu dan rotan," urai dia.

Produk yang menyasar kalangan menengah ke atas ini, lanjut dia memang diperuntukkan sebagai komoditas ekspor. Pasar domestik juga menyerap produk tersebut. Hanya memang jumlahnya masih kecil.

"Domestik ada tapi jumlahnya tidak banyak. Tahun depan (penyerapan produk Sarinah) diharapkan lebih meningkat lagi," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini