Luncurkan kapal ke Natuna, harga barang hanya boleh naik 10 persen
Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, sore ini, melepas keberangkatan kapal Tol Laut Logistik Natuna bernama Kapal KM Caraka Jaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik di Pulau Natuna.
Budi mengatakan, kapal yang mengangkut logistik ini akan beroperasi sebanyak 2 kali dalam 1 bulan. Untuk rutenya, kapal dengan bobot 3.000 DWT akan melintasi jalur Jakarta - Natuna - Tarempa - Jakarta.
"Ini sebuah terobosan besar. Tol Laut Logistik Natuna ini akan berupaya menekan disparitas harga sehingga masyarakat di Natuna bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/10).
Selain itu, lanjut Budi, keberadaan kapal Caraka Jaya juga diharapkan dapat mengurangi disparitas harga di daerah. Menurutnya, saat ini disparitas tersebut mencapai 30 persen dari harga kebutuhan di pusat.
"Satu daerah harganya akan stabil, lebih jauh dari itu bagaimana keseharian suplai barang menjadi lebih baik. Kita tahu harga dipusat dan daerah bermasalah. Dan fungsi didalamnya belum terlalu baik. Oleh karenanya dengan proses pengiriman barang ke Natuna ini kita meningkatkan ekonomi, efisiensi yang memberikan dampak ekonomi yang baik," katanya.
Sebagai informasi, Tol Laut Logistik ini merupakan program yang digagas Kemenhub dengan skema kerjasama sinergi BUMN yang menyediakan sarana dan prasarana transportasi serta bahan komoditas yang diangkut.
BUMN yang terlibat yakni PT Pelabuhan Indonesia II dengan anak perusahaan PT. MTI (Multi Terminal Indonesia), PT Pelni dengan anak Perusahaan PT Pelni Logistik, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Ketiganya membentuk satu konsorsium dengan menggunakan metode mendekatkan gudang ke masyarakat.
Konsorsium menyediakan sarana dan prasarana transportasi untuk mengirim barang kebutuhan pokok sampai ke gudang di Pulau Natuna. Distributor di Pulau Natuna dapat menjual barang kebutuhan pokok tersebut kepada masyarakat dengan batas harga maksimal 10 persen dari harga di Jakarta.
Lebih lanjut, menurut Budi, indikator keberhasilan dari model tol laut logistik di Natuna ini yaitu, secara jangka pendek, diharapkan dapat menurunkan waktu bongkar muat, menurunkan harga barang, dan menjamin ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok.
Sementara jangka panjangnya diharapkan dapat menekan disparitas harga barang sehingga harga di Natuna tidak jauh berbeda dengan harga di pulau Jawa.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya