KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Lestarikan lingkungan, Semen Indonesia raih penghargaan dari ESDM

Sabtu, 20 Mei 2017 10:05 Reporter : Saugy Riyandi
Pabrik semen di Rembang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Pabrik PT Semen Indonesia Tbk di Tuban, Jawa Timur, memperoleh penghargaan tata kelola pelestarian lingkungan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Semen Indonesia dinobatkan meraih kategori utama Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Mineral dan Batubara kategori Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral dan Batubara tahun 2015 dan 2016.

Kepala Departemen Raw Material Production Semen Indonesia, Musiran, mengatakan, perseroan selama ini menerapkan prinsip kerja perusahaan yang aman sehingga tidak merusak namun tetap menguntungkan. Hal itu menjadi bagian dari upaya menjaga dan merawat keberlanjutan lingkungan hidup dalam pelaksanaan industri PT Semen Indonesia.

"Kami terus berkomitmen terhadap kondisi lingkungan sekitar. PT Semen Indonesia dalam melakukan pengelolaan lingkungan memiliki triple bottom line, yaitu profit, planet dan people, yang dikembangkan secara bersama-sama," ujar Musiran dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/5).

Dia menegaskan Semen Indonesia memiliki tahapan yang taat lingkungan dalam pengelolaannya. Tahapan itu dimulai dari perencanaan, penanaman dan pembibitan hingga mengelola pertambangan sendiri.

Adapun, bukti pengelolaan tambang yang dilakukan perusahaan ramah lingkungan adalah penggunaan alat Wirtgen dan vermer menggantikan metode blasting atau peledakan. Alat ini mengurangi kebisingan dan debu ketika dilakukan penambangan yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan paska tambang, Semen Indonesia menanami lahan pasca tambang batu kapur di pabrik Tuban sebanyak 158.566 pohon pada area seluas 137 hektar. Sedangkan, lahan pasca tambang di tanah liat, perusahaan menanam 269.276 pohon pada area seluas 212 ha.

"Selain itu perusahaan juga menginisiasi terbentuknya Green Belt dan Green Barrier yang berfungsi menjaga udara di kawasan pabrik agar tidak tercemar oleh polusi. Green Belt dikhususkan sebagai zona penyangga penghijauan dengan panjang 4 kilometer dan lebar 50 meter disekitar lokasi tambang batu kapur dan tanah liat sekitar pabrik," jelasnya.

Dengan penghargaan ini, membuat perseroan menggenjot pelaksanaan pengelolaan lingkungan tambang dan reklamasi pasca tambang yang berkelanjutan. "Pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan reklamasi yang berkelanjutan menunjukkan bahwa Perseroan mendukung industri hijau dan siap menghasilkan produk semen yang ramah lingkungan," pungkas Musiran.

[sau]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.