Lampung Selatan Kembali Jadi Lokasi Strategis Pembangunan KNMP, KKP Targetkan Tahap Kedua Dimulai Februari 2026

Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi titik fokus Pembangunan KNMP Lampung Selatan, program prioritas nasional KKP, dengan Desa Kunjir sebagai lokasi ketiga yang diharapkan mampu mentransformasi kawasan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lampung Selatan Kembali Jadi Lokasi Strategis Pembangunan KNMP, KKP Targetkan Tahap Kedua Dimulai Februari 2026
Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi titik fokus Pembangunan KNMP Lampung Selatan, program prioritas nasional KKP, dengan Desa Kunjir sebagai lokasi ketiga yang diharapkan mampu mentransformasi kawasan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan nasional sektor kelautan dan perikanan. Wilayah ini menjadi lokasi strategis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang merupakan program prioritas nasional. Lokasi terbaru program ini berada di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menyatakan bahwa pembangunan KNMP di Desa Kunjir adalah kehormatan sekaligus amanah besar. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dan visioner untuk mendorong transformasi kawasan pesisir, katanya.

Program KNMP, yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, saat ini memasuki pembangunan tahap kedua di 35 titik pesisir Indonesia. Pekerjaan fisik di Desa Kunjir ditargetkan akan dimulai pada awal Februari 2026 setelah persiapan material selesai pada Januari 2026.

Peran Strategis Lampung Selatan dalam Program KNMP Nasional

Kabupaten Lampung Selatan telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program KNMP sejak awal. Sebelumnya, wilayah ini telah menjadi bagian dari pembangunan tahap pertama KNMP di dua lokasi, yaitu Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi. Kedua lokasi ini termasuk dalam 65 lokasi awal pembangunan di seluruh Indonesia.

Dengan penambahan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan kini memiliki tiga lokasi KNMP. Ini menjadikan Lampung Selatan sebagai salah satu daerah yang paling aktif dalam implementasi program nasional tersebut.

Secara nasional, KKP merencanakan 100 lokasi KNMP, dan Desa Kunjir merupakan lokasi ketiga di Lampung Selatan. Target KKP adalah memperluas cakupan program hingga mencakup 1.000 lokasi pembangunan di seluruh wilayah pesisir nasional pada tahun 2029.

Transformasi Pesisir dan Peningkatan Kesejahteraan Nelayan

Pembangunan KNMP diharapkan menjadi tonggak perubahan signifikan bagi kehidupan nelayan. Program ini mencakup penyediaan hunian yang lebih layak, peningkatan produktivitas aktivitas perikanan, serta penguatan ekonomi keluarga nelayan secara berkelanjutan.

Supriyanto menekankan bahwa kawasan pesisir bukan sekadar wilayah pinggiran, melainkan beranda depan ekonomi maritim Indonesia. Nelayan memiliki peran strategis sebagai penjaga ketahanan pangan laut dan kedaulatan sumber daya kelautan nasional, ucapnya.

Investasi jangka panjang melalui Pembangunan KNMP Lampung Selatan ini dipandang penting untuk keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah. KKP berkomitmen mendorong pembangunan masyarakat nelayan, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan dan Desa Kunjir.

Implementasi dan Pengelolaan Berkelanjutan Program KNMP

PT Nara, selaku pelaksana kegiatan, diminta untuk melaksanakan pembangunan secara profesional, tepat waktu, dan tepat mutu. Penekanan juga diberikan pada keselamatan kerja dan pelibatan masyarakat lokal agar pembangunan memberikan manfaat sejak hari pertama, ujar Supriyanto.

PPK Pembangunan KNMP KKP RI, Yusuf Santoso, menjelaskan bahwa setelah pekerjaan selesai, aset akan diserahterimakan kepada dinas terkait selaku pemilik lahan. Pengelolaan kawasan kampung nantinya akan diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih.

Koperasi nelayan diharapkan mengelola kampung dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Tujuannya agar kawasan tersebut berkembang menjadi pusat produksi, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan yang memberi nilai tambah bagi nelayan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kelancaran pengelolaan koperasi serta dukungan semua pihak selama proses pembangunan berlangsung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi