Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Laba Bersih Petrosea Naik 35 Persen Jadi Rp501 Miliar di Sepanjang 2019

Laba Bersih Petrosea Naik 35 Persen Jadi Rp501 Miliar di Sepanjang 2019 batubara. Merdeka.com

Merdeka.com - PT Petrosea Tbk mencatatkan laba bersih sebesar USD 31,18 juta atau sekitar Rp501 miliar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang 2019. Laba naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya USD 22,96 juta. Kenaikan mencapai 35,80 persen secara year-on-year.

Data yang dihimpun Antara di Jakarta menunjukkan perusahaan mencatatkan kenaikan total pendapatan sebesar 2,30 persen dari USD 465,74 juta pada tahun 2018 menjadi USD 476,44 juta.

Kontribusi dari lini bisnis Kontrak Pertambangan mencapai 60,25 persen terhadap total pendapatan Perusahaan dengan menggunakan armada yang efisien dan efektif dalam mencapai volume produksi.

Kontribusi dari lini bisnis Rekayasa dan Konstruksi mencapai 20,50 persen, dan lini bisnis Petrosea Logistics dan Support Services mencapai 18,66 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

"Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bahwa inisiatif strategis kami untuk melakukan transformasi kegiatan operasional Perusahaan melalui digitalisasi mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, setelah Petrosea dipilih oleh World Economic Forum sebagai satu-satunya perusahaan tambang dan satu-satunya perusahaan milik Indonesia yang masuk ke dalam Global Lighthouse Network," ujar Presiden Direktur Petrosea, Hanifa Indradjaya dikutip dari Antara.

Petrosea sendiri adalah perusahaan multi-disiplin yang bergerak di bidang kontrak pertambangan, rekayasa dan konstruksi serta jasa minyak dan gas bumi selama lebih dari 48 tahun.

Pada 1990, Petrosea menjadi perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: PTRO).

Petrosea didukung oleh pemegang saham utamanya, PT Indika Energy Tbk., merupakan perusahaan energi di Indonesia yang menyediakan solusi energi terpadu melalui investasinya di bidang sumberdaya energi, jasa dan infrastruktur.

Harga Batubara Naik

naik rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat harga batubara pada Maret 2020 naik sebesar USD 0,19 per ton, dari bulan sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari wabah virus corona yang telah menyebar ke berbagai negara.

Laman Kementerian ESDM menyebutkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 69.K/30 MEM/2020 menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batu bara (harga batu bara acuan/HBA) Maret 2020 sebesar USD 67,08 per ton, dari harga di Februari sebesar USD 66,89 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, kenaikan HBA bulan Maret 2020 ini salah satunya dipicu oleh tambang batu bara di China yang belum beroperasi optimal setelah periode libur tahun baru Imlek dan merebaknya COVID-19 sehingga pasokan menjadi berkurang.

"Harga Batubara Acuan Maret 2020 ini naik tipis, hanya sekitar 0,28 persen, dikarenakan tambang belum beroperasi setelah Imlek dan merebaknya virus corona, sehingga pasokan turun. Di sisi lain permintaan dari Jepang, India dan Korea mengalami kenaikan," ujar Agung, dikutip Antara, ditulis Senin (9/3).

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP