Laba Bank Mandiri Tumbuh 23,4 Persen Menjadi Rp 7,2 Triliun

Senin, 29 April 2019 18:39 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Laba Bank Mandiri Tumbuh 23,4 Persen Menjadi Rp 7,2 Triliun Laporan keuangan Bank Mandiri. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 7,2 Triliun pada triwulan pertama tahun ini. Laba tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 23,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun, aset Bank Mandiri pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 1.206,0 triliun, naik 9,8 persen dari akhir Maret 2019.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin menyebutkan pencapaian tersebut terutama didorong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 15,05 persen yoy menjadi Rp 22,0 triliun, pendapatan operasional selain bunga atau fee based income yang meningkat sebesar 3,0 persen YoY mencapai Rp 6,2 triliun.

"Serta diiringi dengan penurunan biaya CKPN dan penghematan biaya operasional yang terkendali tumbuh single digit," kata dia dalam Paparan Publik Kinerja Keuangan Triwulan - I 2019, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4).

Siddik juga mengungkapkan, Bank Mandiri berkeinginan untuk menumbuhkan bisnis perseroan secara berkesinambungan dengan memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah, menjaga pertumbuhan biaya operasional serta penyaluran kredit yang lebih prudent baik di segmen Wholesale dan Retail.

Sementara itu, di tengah kondisi ketatnya persaingan suku bunga perbankan, pada triwulan I-2019, pengumpulan dana murah perseroan tercatat tumbuh 3,9 persen yoy mencapai Rp 516,5 triliun. Pertumbuhan ini bertumpu pada kenaikan tabungan sebesar Rp 20,4 triliun menjadi Rp 331,3 triliun, dan giro yang mencapai sebesar Rp 185,1 triliun.

Dalam upaya memperkuat permodalan, Bank Mandiri juga telah menerbitkan surat utang melalui program Euro Medium Term Notes (EMTN) dalam denominasi dolar AS senilai USD 750 juta. Surat utang bertenor 5 tahun dan kupon 3,75 persen itu sendiri merupakan bagian dari rencana program penerbitan obligasi valas senilai USD 2 miliar.

“Penerbitan surat utang ini membuat rasio CAR perseroan berada pada level aman di kisaran 22,47 persen yang diharapkan bisa bertahan hingga akhir tahun ini. Penerbitan surat utang ini berhasil mengendurkan tekanan pada rasio LFR perseroan (bank only) yang berada pada kisaran 92,55 persen dan diharapkan bisa terjaga pada kisaran 93 persen," ujarnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Bank Mandiri
  2. BUMN
  3. Perbankan
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini