Acara Kupang Lampion Food Street Market 2026 siap digelar di depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT pada 6-8 Maret 2026. Kegiatan ini akan melibatkan hingga 80 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT menjadi penyelenggara utama event tahunan yang dinanti ini.
Pasar kuliner dan budaya ini bertujuan untuk mendorong perputaran ekonomi lokal serta memperkuat keberadaan UMKM di Kota Kupang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi budaya yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai hiburan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan acara selama tiga hari penuh.
Pendaftaran bagi UMKM telah dibuka sejak 6 Februari dan menunjukkan antusiasme tinggi dengan 47 pendaftar awal. Panitia menargetkan partisipasi 70 hingga 80 UMKM, didominasi oleh sektor kuliner. Acara ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi warga dan wisatawan untuk menikmati sajian khas Kupang.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme UMKM dan Zona Kuliner yang Terbagi
Ketua Panitia Kupang Lampion Food Street Market 2026, Andre Hartanto, mengungkapkan bahwa pendaftaran UMKM masih terus dibuka. Hingga Sabtu (7/2), sudah ada 47 UMKM yang mendaftar sejak pendaftaran resmi dibuka pada Jumat (6/2). Panitia menargetkan sekitar 70 hingga 80 UMKM akan mengisi stan selama kegiatan berlangsung.
Sebagian besar UMKM yang akan terlibat dalam Kupang Lampion Food Street Market 2026 bergerak di sektor kuliner. Komposisi sekitar 90 persen di antaranya adalah usaha makanan dan minuman (F&B). Hal ini menunjukkan potensi besar untuk memanjakan lidah para pengunjung dengan beragam sajian khas.
Untuk kenyamanan pengunjung, panitia telah menyiapkan pengaturan zona halal dan non-halal. Sekitar 80 persen stan akan berada di zona halal, sementara sisanya di zona non-halal. Pembagian ini bertujuan agar semua pengunjung merasa aman dan nyaman saat menikmati festival kuliner.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Budaya dan Hiburan Meriah
Hengky Lianto, Ketua PSMTI NTT, menegaskan bahwa Kupang Lampion Food Street Market 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi UMKM. Lebih dari itu, acara ini merupakan ruang kolaborasi budaya dan pariwisata yang terbuka bagi seluruh masyarakat NTT. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi lokal dan memperkuat UMKM, sejalan dengan tema “Harmoni dalam Keberagaman”.
Pemilihan lampion sebagai ikon kegiatan melambangkan persatuan di tengah keberagaman budaya yang hidup di Nusa Tenggara Timur. Berbagai pertunjukan budaya dari beragam latar belakang akan ditampilkan. Ini termasuk barongsai, lion naga show, musik oriental, serta lomba menyanyi.
Selain itu, festival ini juga akan dimeriahkan dengan fashion show anak dan remaja busana mandarin, talk show, dan penampilan DJ. Puncak acara di hari terakhir penutupan adalah pelepasan sekitar 100 lampion. Masyarakat dan pelaku UMKM dapat menuliskan harapan mereka di lampion tersebut.
Advertisement
Advertisement
Target Transaksi dan Kebangkitan Ekonomi Lokal
Panitia Kupang Lampion Food Street Market 2026 memproyeksikan kegiatan ini akan mencatat lebih dari 10 ribu transaksi. Transaksi dapat dilakukan baik melalui sistem pembayaran QRIS maupun tunai. Proyeksi ini menunjukkan optimisme terhadap potensi ekonomi acara.
Melalui target transaksi yang ambisius ini, diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi UMKM di Kota Kupang dan sekitarnya. Event ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil. Sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Penyelenggaraan acara yang diundur dari perayaan Imlek ke bulan Maret disebabkan oleh pertimbangan cuaca ekstrem. Kota Kupang sering diguyur hujan deras dan cuaca tidak menentu saat Imlek. Keputusan ini diambil untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan seluruh peserta serta pengunjung.
Advertisement
Sumber: AntaraNews