Tips Sukses ala Stanley Atmadja, Pendiri Adira Finance-CEO Mandiri Utama Finance

Kamis, 17 Januari 2019 10:34 Reporter : Syakur Usman
Tips Sukses ala Stanley Atmadja, Pendiri Adira Finance-CEO Mandiri Utama Finance Presiden Direktur PT Mandiri Utama Finance Stanley Atmadja. ©2017 Merdeka.com/Syakur Usman

Merdeka.com - Di industri multifinance Indonesia, nama Stanley Setia Admadja (63) adalah jaminan mutu. Mungkin setara dengan Warren Buffet di industri investasi Amerika Serikat.

Ayah dua putri ini memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di industri multifinance nasional dengan sederet rekam jejak mengagumkan.

Seperti pendiri PT Adira Finance, salah satu perusahaan multifinance terbesar di republik ini, dengan pembiayaan hampir Rp 30 triiun per September 2018. Kemudian Chief Executive Officer (CEO) Palma Group, CEO Asco Automotive, dan yang terbaru CEO PT Mandiri Utama Finance (MUF).

MUF didirikan Januari 2015, hasil join bisnis Stanley dengan PT Bank Mandiri Tbk. Pemimpin karyawan generasi milenial yang tersebar di 76 kantor cabang MUF dan 35 kantor selain kantor cabang di seluruh Indonesia. Tahun 2019 perseroan menargetkan pembiayaan baru sekitar Rp 8 triliun.

Dijumpai Merdeka.com di kantornya yang penuh barang-barang antik, kemarin (16/1), Stanley memberikan tips dan kunci suksesnya kepada generasi milenial yang ingin sukses baik sebagai profesional maupun pengusaha. Berikut lima kunci sukses ala pria bergelar MBA dari Universitas La Verne, California, Amerika Serikat, ini:

1. Punya rencana
Dalam hidup ini, generasi milenial harus punya rencana dalam the journey of life. Rencana ini harus dikawinkan dengan peluang (opportunity) yang ada supaya rencana itu bisa direalisasikan.

"Misalnya dalam lima tahun ingin jadi manager, ketika kantor menawarkan satu proyek, harus berani mengambil itu supaya ada rekam jejak bagus," ujar Stanley yang mengoleksi mobil antik.

Presiden Direktur PT Mandiri Utama Finance Stanley Atmadja ©2017 Merdeka.com/Syakur Usman

2. Bekerja dengan hati

Generasi milenial harus punya passion dalam bekerja. Contoh sederhana, Anda punya mobil. Jika tidak dirawat dengan baik, dalam 2-3 tahun mobil makin jelek. Tapi kalau suka, mungkin tahun pertama diganti peleknya. Tahun kedua pakai cutting sticker, dan seterusnya. Jadi mobilnya makin keren.

3. Kreativitas dan inisiatif
Berkaitan dengan tips No 2, para anak muda harus kreatif dan punya inisiatif besar di pekerjaan atau bisnis yang ditekuninya.

"Saya misalnya sudah 30 tahun di industri multifinance, tapi tidak bosan. Karena ada saja yang something to do, tantangan-tantangan baru, teknologinya juga baru, jadi tidak pernah bosan," ujarnya.

4. Harus punya hobi
Melanjutkan tips no 3, Anda harus punya hobi supaya tidak jenuh dalam pekerjaan. Stanley mencontohkan dirinya sendiri yang hobi otomotif. Akhir pekan adalah waktu yang selalu ditunggu-tunggunya.

"Di Weekend, saya suka main dengan mobil dan kumpul bersama keluarga sehingga hidup jadi seimbang."

5. Tahan banting
Stanley mengakui generasi milenial lebih cepat dalam hal kecerdasan, yang didukung mesin pencari Google dan tentu saja rajin membaca. Namun sering didengar mereka kurang telaten, sehingga tidak punya fundamental, track record baik di bidangnya.

Saran Stanley, kita bukan gadget yang punya kultur instan. Semua ada prosesnya. Kita ada mind, body, and soul. Semua itu harus dikembangkan. "Jadi harus tahan banting. Jangan kalau ditegur atasan sekali, marah dan keluar. Itu bagian dari pengembangan pribadi, sebab mental juga harus diisi," pungkasnya. [sya]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini