Kuartal III-2018, Bank Mandiri salurkan kredit Rp 781,1 triliun

Rabu, 17 Oktober 2018 19:14 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Kuartal III-2018, Bank Mandiri salurkan kredit Rp 781,1 triliun Bank Mandiri. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat hingga kuartal III-2018 telah menyalurkan kredit sebesar Rp 781,1 triliun atau tumbuh sebesar 13,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 686,2 triliun.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan penyaluran kredit ini masih ditopang kredit korporasi. Menurutnya, pertumbuhan kredit ini tertinggi dalam 18 bulan terakhir.

"Terutama disumbangkan oleh segmen korporasi besar sebesar 27,6 persen dan pertumbuhan kredit segmen mikro sebesar 27,1 persen menjadi Rp 301,4 triliun dan Rp 97,5 triliun," kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (17/10).

Dia menambahkan ada penurunan biaya pencadangan 10,3 persen juga menjadi penyumbang penurunan rasio NPL Gross 74bps menjadi 3,01 persen pada akhir September 2018. Di sisi lain, biaya operasional berhasil terus ditekan dan hanya tumbuh single digit berkat penerapan prinsip efisiensi secara konsisten di seluruh proses bisnis.

"Penurunan rasio NPL terutama didorong oleh keberhasilan perseroan dalam melakukan restrukturisasi secara berkelanjutan, di samping pemantauan potensi bisnis debitur secara ketat sehingga dapat membantu debitur memenuhi kewajibannya," ujarnya.

Bisnis Bank Mandiri senantiasa berorientasi pada penciptaan nilai tambah, di mana komposisi portofolio kredit produktif pada September 2018 mencapai sebesar 77,5 persen dari total kredit, dan hanya 22,5 persen yang bersifat konsumtif. Rinciannya, penyaluran kredit investasi naik 12,4 persen menjadi Rp 212,1 triliun dan kredit modal kerja naik 10,5 persen menjadi Rp 318,6 triliun.

Untuk infrastruktur misalnya, pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp 169,8 triliun, 63,9 persen dari total komitmen yang telah diberikan sebesar Rp 265,7 triliun.

Kredit itu disalurkan kepada lebih dari 7 (tujuh) sektor yakni transportasi (Rp 37,8 triliun), tenaga listrik (Rp 35,3 triliun), migas & energi terbarukan (Rp 29,5 triliun), konstruksi (Rp 18,1 triliun), telematika (Rp 16,8 triliun), Jalan (Rp 12,3 triliun), perumahan rakyat & fasilitas kota (Rp 9,7 triliun), dan infrastruktur lainnya (Rp 10,3 triliun). Sementara di sektor UMKM, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 78,8 triliun, naik 0,9% dari triwulan III 2017.

"Sebagai bank BUMN, kami juga terus menjaga konsistensi dalam mendukung program-program strategis pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan," tutupnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Bank Mandiri
  2. BUMN
  3. Kredit Bank
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini