KSSK catat pelemahan Rupiah mencapai 10 persen
Merdeka.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan hingga saat ini pelemahan Rupiah tercatat mencapai 10 persen. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyebutkan kondisi tersebut didukung upaya BI yang terus fokus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan nilai tukar.
"Dari BI, kami fokus bagaimana untuk melakukan langkah stabilitas dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, untuk memastikan likuiditas di pasar keuangan cukup dan kerja sama internasional yang kami jalankan," kata Perry dalam acara konfrensi pers KSSK, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (1/11).
Perry mengungkapkan, perkembangan nilai tukar Rupiah memang disebabkan adanya tekanan dari global, tapi kondisinya masih relatif stabil dalam batas yang normal. "Depresiasi rupiah sektar 10 persen (ytd), lebih rendah dibandingkan India, Brazil, Turki, Rusia," ujarnya.
Dia menegaskan BI bersama pemerintah akan terus memprioritaskan kebijakan untuk menjaga nilai tukar Rupiah. "Dengan pemerrintah melakukan langkah bersama," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati mengatakan berdasarkan hasil rapat tim KSSK menghasilkan kesimpulan bahwa sistem keuangan Indonesia pada kuartal-III 2018 masih dalam kondisi yang terjaga.
"Periode kuartal III-2018, stabilitas sistem keuangan relatif terjaga atau aman," kata Sri Mulyani di kantornya, Kamis (1/11).
Dia mengungkapkan, dinamika perekonomian masih cukup tinggi, namun terlihat sebagai hal yang baik. Adapun indikator yang menopang penilaian KSSK tersebut yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi dan faktor lainnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya