KSPI Sindir Anies Baswedan: Sekelas Ibu Kota UMP Naik di Bawah Rp1.500 per Hari

Senin, 22 November 2021 18:52 Reporter : Anggun P. Situmorang
KSPI Sindir Anies Baswedan: Sekelas Ibu Kota UMP Naik di Bawah Rp1.500 per Hari Presiden KSPI Said Iqbal. ©2016 kspi.or.id

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2022 sebesar Rp4.453.935 per bulan. UMP tahun depan naik Rp37.749 dibandingkan tahun lalu sebesar Rp4.416.186 per bulan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, menyindir kenaikan UMP DKI Jakarta yang sangat kecil. Sekelas ibu kota Indonesia, hanya mengalami kenaikan upah di bawah Rp1.500 per hari.

"Ada Yamaha, Panasonic, Hotel Mulia, Standar Chartered, masih banyak perusahaan besar, dihargai kenaikan upahnya di bawah Rp40.000 di bagi 30 hari, kurang dari Rp1.500 per hari. Itu yang dibilang mau meningkatkan kesejahteraan rakyat?" katanya dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (22/11).

Said mengatakan, seharusnya Anies Baswedan berani mengambil sikap seperti Maluku Utara dan Yogyakarta. Kedua daerah ini masing-masing menaikkan upah minimum sebesar 5,17 persen dan 4,30 persen, di atas rata rata upah nasional sebesar 1,09 persen.

"Maluku Utara berani, Yogyakarta berani. Ini bukan masalah melawan tapi keberpihakan. Ibu Kota Indonesia, 2022 akan menjadi ketua G-20, masa ibu kotanya naik di bawah Rp1.500 cuma 10 sen. Ke toilet saja tidak cukup," katanya.

Terkait janji Pemprov DKI Jakarta, memberikan bantalan stimulus bagi buruh, dinilai tidak akan berdampak besar. Sebab, jumlah buruh cukup besar sementara penerima stimulus sedikit.

"Kalau dibilang akan ada KJP gratis, harga barang setengah harga, itu bohong. Tidak lebih dari 10.000 yang dapat. Saya beritahu di Jakarta ada 5 juta buruh, ini tidak adil," tandas Said. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini