Konsumsi Garam Industri Diprediksi Meningkat Hingga 4,5 Juta Ton di 2021

Minggu, 31 Mei 2020 15:24 Reporter : Sulaeman
Konsumsi Garam Industri Diprediksi Meningkat Hingga 4,5 Juta Ton di 2021 garam. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi mencatat, Indonesia telah berhasil melewati target swasembada garam tahun 2019. Mengingat sampai saat ini produksi garam nasional telah mencapai 3,5 juta ton atau sesuai target swasembada.

Namun, seiring bertambahnya industri membuat permintaan garam di dalam negeri ikut melonjak. Diprediksi sampai akhir tahun 2021 tingkat konsumsi garam mencapai 4 hingga 4,5 juta ton.

"Isu masalah garam, sebenernya kita sudah swasembada 3,5 juta ton. Tapi begitu industri meningkat, maka konsumsi juga bertambah," kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Safri Burhanuddin, saat menggelar video conference, Minggu (31/5).

Menurutnya tingginya permintaan garam akibat kehadiran industri baru di berbagai daerah tak diimbangi dengan jumlah lahan produksi yang tersedia. Kementerian mencatat jumlah lahan produktif yang tersedia hanya mencapai 25.000 hektare.

Permasalahan diperparah oleh proses pembuatan garam yang masih menggunakan metode evaporasi. Dimana produksi mengandalkan penguapan dengan menggunakan sinar matahari yang telah dilakukan sejak zaman Hindia Belanda.

Untuk itu, pihaknya menjanjikan akan menambah jumlah lahan produksi garam secara bertahap, khususnya di wilayah sentra penghasil garam. Selain itu, PT Garam selaku BUMN selaku penggaraman nasional harus mengubah cara produksi agar lebih modern dan profesional demi mengamankan stok nasional.

"Dengan produksi pergaraman terpadu, transformasi dan efisien. Diyakini akan meningkatkan produksi lahan pergaraman hingga 100 ton per hektar. Mengingat selama ini produksi hanya menghasilkan maksimal 60 ton per hektare," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini