Konstruksi Tol Indralaya-Prabumulih Terkendala Pembebasan Lahan

Rabu, 5 Februari 2020 17:28 Reporter : Irwanto
Konstruksi Tol Indralaya-Prabumulih Terkendala Pembebasan Lahan Ilustrasi Pembangunan Tol. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Konstruksi tol Indralaya-Prabumulih, Sumatera Selatan hingga saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Kondisi ini memungkinkan terjadinya kemunduran penyelesaian dan operasional tol tersebut.

Manager PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo mengungkapkan, tol sepanjang 65 kilometer itu semestinya sudah mulai tahun ini. Tetapi pihaknya tak bisa bekerja karena lahan masih dikuasai masyarakat sebagai pemilik.

"Bagaimana mau konstruksi, lahan saja belum selesai dibebaskan. Semestinya, pembebasan lahan itu sudah selesai akhir tahun lalu," ungkap Hasan, Rabu (5/2).

Menurut dia, lahan yang belum dibebaskan berada di enam desa di Kabupaten Ogan Ilir. Yakni, Desa Tanjung Seteko, Indralaya Mulya, Sakatiga, Cinta Manis, dan Palem Raya. Padahal, wilayah itu merupakan zona satu yang masuk dalam pembangunan tahap awal sepanjang 25 km.

"Buldoser punya kontraktor pun gak bisa masuk. Padahal, tahun ini kami ditargetkan menyelesaikan zona satu dan menyusul zona berikutnya," kata dia.

Oleh karena itu, dirinya mendesak pihak terkait segera menuntaskan masalah ini agar konstruksi bisa dimungkiri karena masuk dalam proyek strategis nasional. Hasan mengaku tidak mengetahui penyebab belum rampungnya pembebasan lahan karena diluar kewenangannya. "Semua pihak, bupati, gubernur, harus bantu menyelesaikan pembebasan lahan," kata dia.

1 dari 1 halaman

Waskita Dapat Kontrak

kontrak rev1

Sementara itu, Manajer Plant Gasing Palembang PT Waskita Beton Precast (WSBP) Ngasri Yaumi Wijayanto mengatakan, pihaknya mendapat kontrak di tol Indralaya-Prabumulih sebagai penyuplai precast senilai Rp120 miliar dan semen ready mix sebesar Rp100 miliar. Belum lagi kontrak tol Kayuagung-Palembang-Betung, dan beberapa tol Trans Sumatera lain hingga ke Aceh.

Pada dasarnya, kata dia, keterlambatan kontruksi tol akibat pembebanan lahan cukup berpengaruh terhadap produksinya. Sebab, hasil produksi tak bisa dikirim dan otomatis produksinya terganggu karena terjadi penumpukan produk di pabrik.

"Ya otomatis terjadi penumpukan di pabrik. Kami masih menunggu, mudah-mudahan segera diselesaikan," kata dia. [idr]

Baca juga:
Tol Jagorawi Terapkan Skema Contra Flow Senin hingga Sabtu
Terbangun 81 Persen, Tol Serpong-Cinere Target Beroperasi Sebelum Akhir Mei 2020
Menteri PUPR Kritik Kenaikan Tarif 6 Ruas Tol Ini Minim Sosialisasi
Berikut Daftar Lengkap 6 Tol yang Tarifnya Naik per Hari ini
Siap-Siap, Tarif Tol Dalam Kota Segera Naik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini