Konstruksi Tol Indralaya-Prabumulih Terkendala Pembebasan Lahan
Merdeka.com - Konstruksi tol Indralaya-Prabumulih, Sumatera Selatan hingga saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Kondisi ini memungkinkan terjadinya kemunduran penyelesaian dan operasional tol tersebut.
Manager PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo mengungkapkan, tol sepanjang 65 kilometer itu semestinya sudah mulai tahun ini. Tetapi pihaknya tak bisa bekerja karena lahan masih dikuasai masyarakat sebagai pemilik.
"Bagaimana mau konstruksi, lahan saja belum selesai dibebaskan. Semestinya, pembebasan lahan itu sudah selesai akhir tahun lalu," ungkap Hasan, Rabu (5/2).
Menurut dia, lahan yang belum dibebaskan berada di enam desa di Kabupaten Ogan Ilir. Yakni, Desa Tanjung Seteko, Indralaya Mulya, Sakatiga, Cinta Manis, dan Palem Raya. Padahal, wilayah itu merupakan zona satu yang masuk dalam pembangunan tahap awal sepanjang 25 km.
"Buldoser punya kontraktor pun gak bisa masuk. Padahal, tahun ini kami ditargetkan menyelesaikan zona satu dan menyusul zona berikutnya," kata dia.
Oleh karena itu, dirinya mendesak pihak terkait segera menuntaskan masalah ini agar konstruksi bisa dimungkiri karena masuk dalam proyek strategis nasional. Hasan mengaku tidak mengetahui penyebab belum rampungnya pembebasan lahan karena diluar kewenangannya. "Semua pihak, bupati, gubernur, harus bantu menyelesaikan pembebasan lahan," kata dia.
Waskita Dapat Kontrak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSementara itu, Manajer Plant Gasing Palembang PT Waskita Beton Precast (WSBP) Ngasri Yaumi Wijayanto mengatakan, pihaknya mendapat kontrak di tol Indralaya-Prabumulih sebagai penyuplai precast senilai Rp120 miliar dan semen ready mix sebesar Rp100 miliar. Belum lagi kontrak tol Kayuagung-Palembang-Betung, dan beberapa tol Trans Sumatera lain hingga ke Aceh.
Pada dasarnya, kata dia, keterlambatan kontruksi tol akibat pembebanan lahan cukup berpengaruh terhadap produksinya. Sebab, hasil produksi tak bisa dikirim dan otomatis produksinya terganggu karena terjadi penumpukan produk di pabrik.
"Ya otomatis terjadi penumpukan di pabrik. Kami masih menunggu, mudah-mudahan segera diselesaikan," kata dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya