Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kolaborasi taksi online dan konvensional untungkan perusahaan

Kolaborasi taksi online dan konvensional untungkan perusahaan GrabCar Lamborghini. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati angkat bicara terkait pengaturan taksi online di Indonesia. Menurut Enny, pemerintah seharusnya cukup menetapkan aturan main yang jelas antara kedua moda transportasi ini.

Pemerintah juga seharusnya tidak terlalu jauh masuk dalam kegiatan bisnis perusahaan.

"Soal aktivitasnya serahkan saja pada mekanisme pasar, kalau pemerintah ikut campur juga akan terjadi distorsi," ujar Enny saat dihubungi, Rabu (5/4).

Enny menjelaskan, kolaborasi taksi online dan konvensional yang terjadi belakangan ini yaitu antara Blue Bird dan Go-Jek adalah salah satu contohnya. Hal ini terjadi karena perusahaan menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Kolaborasi ini juga dinilai akan meningkatkan keuntungan investasi kedua perusahaan. "Kalau tidak ada keuntungan pelaku bisnis pasti tidak akan mau."

Menurut Enny, kerja sama itu merupakan dinamika pasar yang biasa terjadi di kalangan dunia usaha. Jika pengusaha melihat potensi bisnis, mereka secara otomatis berusaha menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan pasar.

Riset PT Bahana Securities sebelumnya juga memperlihatkan kolaborasi antara Blue Bird dengan Go-Jek akan meningkatkan internal rate of return (IRR). Ini adalah salah satu indikator untuk mengukur efisiensi dan tingkat keuntungan investasi internal.

Analis Bahana, Gregorius Gary dalam risetnya menghitung IRR per satu unit taksi Blue Bird pasca kolaborasi dengan Go-Jek akan meningkat menjadi 19,9 persen dari sebelumnya 12,4 persen.

"Program ridesharing Blue Bird dan Go-Jek akan menghasilkan keuntungan yang berkesinambungan untuk Blue Bird dan meningkatkan tingkat penggunaan (utilisasi) armada," pungkas Gery.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyaksikan langsung peluncuran GO-BLUEBIRD, merupakan hasil kerja sama antara taksi Blue Bird Indonesia dengan GO-JEK. Luhut mengatakan, kerja sama tersebut merupakan solusi atas permasalahan taksi online dan konvensional selama ini.

"Saya terus terang sangat senang dengan kegiatan pagi ini. Artinya pak Menhub dengan Pak Purnomo (bos Blue Bird) dan Nadiem (bos GO-JEK) bisa membuat jalan keluar dari masalah taksi online ini," ungkap Luhut di Club Borobudur, Jakarta, Kamis (30/3).

Luhut mengatakan, kolaborasi antara taksi online dan konvensional memang harus terus dilakukan. Hal tersebut mengikuti perkembangan teknologi yang semakin maju. "Prinsipnya kolaborasi memang harus dilakukan. Karena teknologi berkembang, teknologi begitu cepatnya membuat perubahan dalam kehidupan kita," katanya.

Selain itu, Luhut mengajak taksi konvensional lainnya bergabung dengan taksi online. Dengan begitu, keadilan bagi taksi online dan taksi konvensional-pun dapat tercapai.

"Saya mohon teman-teman yang lain, yang belum gabung bisa gabung. Saya minta teman teman media bisa sosialisasikan dengan baik," ungkapnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP