Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah konkret dalam upaya pelestarian ekosistem perairan darat dan penguatan ketahanan pangan nasional. Bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor, KKP baru-baru ini melaksanakan kegiatan pelepasliaran 15 ribu benih ikan lokal di Sungai Ciliwung. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menjaga keberlanjutan populasi perikanan serta memastikan ketersediaan sumber protein bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KKP. "Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya menjaga populasi perikanan darat di habitatnya untuk kelestarian ekosistem dan ketahanan pangan, salah satunya di Bogor," ujarnya. Pelepasan benih ikan ini diharapkan dapat memulihkan dan memperkaya keanekaragaman hayati di Sungai Ciliwung.
Benih ikan yang dilepasliarkan merupakan spesies lokal yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi. Jenis ikan tersebut antara lain ikan nilam (Osteochilus vittatus), ikan soro (Neolissochilus soro), ikan tawes (Barbonymus gonionotus), dan ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Semua benih ini merupakan hasil pengembangan dari Program Smart Fisheries Village (SFV) Budidaya Ikan Air Tawar yang dikelola oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) di Instalasi Perikanan Cijeruk, Bogor.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pelestarian dan Peningkatan Gizi Melalui Pelepasan Benih Ikan
Pelepasan benih ikan ke Sungai Ciliwung ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Nyoman Radiarta menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan. "Karena itu, kami memastikan produk budi daya tidak terputus dari upaya pemulihan populasi ikan di alam," katanya. Langkah ini menjadi penting untuk memastikan sumber daya ikan tetap lestari bagi generasi mendatang.
Selain menjaga populasi ikan, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat. Protein ikan dikenal sebagai sumber nutrisi terbaik yang terjangkau oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, edukasi mengenai konsumsi ikan harus terus berjalan seiring dengan rehabilitasi ekosistem perairan. Inisiatif ini selaras dengan tema nasional Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 tahun 2025, yaitu 'Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045'.
Kegiatan pelepasliaran atau restocking ini menjadi langkah vital dalam memulihkan populasi ikan di alam. Hal ini juga memperkuat ekosistem perairan dan secara simultan mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. KKP berkomitmen untuk terus mendorong program serupa di berbagai daerah demi tercapainya tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Keberlanjutan Lingkungan
Kolaborasi antara KKP dan Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan pelepasliaran benih ikan ini merupakan model sinergi yang patut dicontoh. Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dan pemenuhan gizi sebagai agenda yang berjalan beriringan. "Ini sebagai pengingat bahwa menjaga sungai berarti menjaga kehidupan generasi mendatang," ujar Dedie.
Acara ini juga melibatkan berbagai komunitas peduli lingkungan dan akademisi. Turut serta Komunitas Peduli Ciliwung, Komunitas Alkesa, serta Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB). Keterlibatan multi-pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung dan ekosistemnya.
Kepala BRPBATPP Bogor, Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi, menyampaikan apresiasinya kepada Pemkot Bogor dan komunitas lingkungan. Ia menjelaskan bahwa benih ikan yang ditebar merupakan spesies perairan umum yang kini mulai jarang ditemui. "Kami bangga dapat turut serta memulihkan Ciliwung, sekaligus mengedukasi generasi muda untuk menjaga sungai," kata Sri.
Advertisement
Advertisement
Edukasi dan Intervensi Gizi dalam Rangka Harkannas
Selain kegiatan restocking, peringatan Harkannas di Kota Bogor juga dimeriahkan dengan berbagai acara edukatif dan intervensi gizi. Kegiatan tersebut meliputi edukasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan), lomba masak ikan, bazar olahan ikan, serta pelantikan Duta Jumat Makan Ikan (Jumani). Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan.
Pemerintah Kota Bogor turut aktif dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dengan menyalurkan paket ikan. Sebanyak 12.000 paket ikan didistribusikan untuk penanganan stunting, sementara 8.000 paket lainnya diberikan kepada masyarakat umum. Intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan dan memperbaiki status gizi di Kota Bogor.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para pegawai BRPBATPP juga terlibat dalam aksi bersih-bersih bantaran sungai bersama komunitas lainnya. Aksi ini merupakan bagian dari edukasi cinta lingkungan dan sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Kebijakan tersebut menempatkan kepentingan ekologi sebagai tujuan utama pengelolaan sektor kelautan dan perikanan nasional, memastikan keberlanjutan sumber daya alam.
Advertisement
Sumber: AntaraNews