Kinerja Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Minus 1,49 Persen Sepanjang 2020

Jumat, 16 April 2021 15:10 Reporter : Merdeka
Kinerja Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Minus 1,49 Persen Sepanjang 2020 industri tekstil di semarang. ©2014 merdeka.com/henny rachma sari

Merdeka.com - Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam mencatat, kinerja industri IKFT mengalami kontraksi hingga minus 1,49 persen sepanjang tahun 2020. Ini terjadi sebagai dampak pandemi Covid-19.

"Kondisi pertumbuhan Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil tahun 2020 masih mengalami kontraksi minus 1,49 persen, tapi itu lebih baik dibanding rata-rata industri pengolahan non-migas yang minus 2,52 persen," kata Khayam dalam diskusi virtual Industri Farmasi, Prioritas Baru Making Indonesia 4.0, Jumat (16/4).

Meski demikian, Khayam menyebut salah satu subsektor yaitu industri kimia dan farmasi yang pertumbuhannya baik yakni 9,3 persen sepanjang tahun 2020. Namun kinerja industri tekstil tengah anjlok parah.

Dia menyebut, kontribusi sektor IKFT terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,48 persen di 2020. Sedangkan nilai ekspor IKFT mencapai 33,99 persen dari total ekspor keseluruhan.

Oleh karena itu, dalam rangka penyelenggaraan Hannover Messe 2021, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap kinerja sektor IKFT tahun 2021 dan seterusnya semakin membaik. Bahkan kini pemerintah menambahkan menjadi 7 sektor yang menjadi prioritas.

Sebelumnya, pemerintah hanya memprioritaskan sektor makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronika, dan kimia. Namun semenjak Pandemi Covid-19, Pemerintah menambahkan 2 sektor prioritas lainnya, yakni alat kesehatan dan farmasi.

"Semenjak pandemi Covid-19 kita memerlukan farmasi dan alat kesehatan makannya pemerintah menambahkan dua sektor ini menjadi prioritas. Sektor-sektor yang harus dikembangkan seiring dengan pengembangan melalui ekonomi digital," jelasnya.

Dengan demikian, Kemenperin berharap ke depannya dalam pengembangan ekonomi digital 4.0 sektor IKFT juga bisa ikut berkembang.

"Kita ingin ke depan kalau kita bicara ekonomi digital khususnya 4.0 itu konsepnya adalah connectivity, bukan hanya sektor produksi yang terkait tapi seluruh sektor-sektor baik bahan baku, pemasaran, dan gudang itu terkoneksi," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini