Kilang Pertamina Tak Lagi Produksi Euro 2 Mulai 2026

Rabu, 6 November 2019 17:13 Reporter : Merdeka
Kilang Pertamina Tak Lagi Produksi Euro 2 Mulai 2026 kilang. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) akan mengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) standar Euro 2 dengan standar Euro 5 pada 2026. Ini dilakukan setelah proyek enam kilang yang sedang digarap resmi beroperasi.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang mengatakan, saat ini Pertamina sedang melakukan peremajaan dan pengembangan, serta pembangunan kilang baru‎ untuk meningkatkan ketahanan energi. Proyek kilang tersebut melalui program New Grash Root Refinery (NGR) dan New Grash Root Refinery (NGR).

Keenam proyek tersebut adalah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang.

"Pertamina sangat komit dan ingin mempercepat mencapai target kemandirian energi," kata Tallulembang, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (6/11).

Melalui proyek tersebut, Pertamina akan meningkatkan kapasitas produksi BBM dari saat ini sekitar ‎650.000 barel per hari menjadi sekitar 1,7 juta barel per hari. Selain itu, dengan teknologi baru BBM yang dihasilkan kilang tersebut akan ‎meningkat kualitasnya dari saat ini Euro 2 menjadi Euro 5.

Menurut Tallulembang, pengerjaan proyek tersebut memakan waktu ‎sekitar 6 hingga 7 tahun. Dia memperkirakan enam kilang akan beroperasi secara bertahap hingga 2026. Dengan begitu, pada 2026 Pertamina tidak lagi memproduksi BBM dengan standar Euro 2.

"Setelah kita jalan semua nggak ada lagi Euro 2‎, 2026 itu sudah Euro 5. Terahir (beroperasi) Dumai," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Penyelesaian Kilang di 2024

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mempercepat penyelesaian proyek pengembangan kilang (Refinery Development Master Plan/ RDMP). Hal ini agar kapasitas produksi kilang dapat segera ditingkatkan.

"Kilang kita lagi expedite supaya bisa cepat jalan, terutama yang proyek-proyek yang revamping yang naikin kapasitas dari yang sudah ada," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Menurut Menteri Arifin, kilang yang masuk dalam program RDMP dapat beroperasi dalam 5 tahun ke depan selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. Adapun kilang RDMP yang sedang digarap Pertamina adalah RDMP Balikpapan, Cilacap, Balongan dan Dumai.

"Yang RDMP pasti mungkin, pasti bisa (beroperasi pada periode ke dua Presiden Jokowi)," ujarnya.

Proyek RDMP bisa lebih cepat beroperasi, sebab dinilainya jauh lebih sederhana ketimbang pembangunan kilang melalui proyek New Grash Root Refinery (NGR). Meski begitu, dia tetap menginginkan proyek kilang NGR berjalan. [idr]

Baca juga:
Tanimbar Jadi Lokasi Pembangunan Kilang LNG Blok Masela
Kerjasama Pertamina-Aramco Terganjal Penentuan Nilai Kilang Cilacap
ESDM Optimistis Proyek Pengembangan Kilang Pertamina Selesai Sebelum 2024
Manfaat Pembangunan Kilang untuk Indonesia
Erick Thohir Ingin Pembahasan Kerjasama Pertamina-Saudi Aramco Rampung Akhir 2019

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini