Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kementerian Perhubungan bentuk tim benahi tata kelola penyeberangan di Danau Toba

Kementerian Perhubungan bentuk tim benahi tata kelola penyeberangan di Danau Toba Danau Toba, Sumatera Utara. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/littlewormy

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan membentuk tim adhoc atau tim independen untuk membenahi tata kelola penyeberangan di Danau Toba, Sumatera Utara. Hal tersebut sebagai bentuk tindak lanjut dari tidak optimalnya pengawasan oleh Dinas Perhubungan pemerintah daerah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, terjadi masalah pada sistem operasional transportasi penyeberangan di Danau Toba yang dikelola Dinas Perhubungan. Sebab itu, Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi untuk melakukan perbaikan layanan.

"Memang kita lihat ada kesenjangan kurang konsisten pelaku di sana, Kementerian Perhubungan memberikan evaluasi untuk melakukan perbaikan layanan disana," kata Menhub Budi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (23/6).

Menurut Menhub Budi, tim tersebut akan berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Polri untuk mengeluarkan rekomendasi keselamatan penyeberangan yang akan dijadikan acuan Dinas Perhubungan.

‎"Saya sangat menyayangkan di tempat itu petugas yang ada tidak berfungsi dengan baik, saya menugaskan ketua adhoc untuk bersama polisi, KSOP di Belawan melakukan pembinaan pelabuhan di sana," tutur Menhub Budi.

Tim adhoc juga bertugas melakukan pengawasan yang selama ini tidak dilakukan pemerintah provinsi‎ dan merevisi peraturan. Serta mengubah struktur organisasi pengawasan untuk hal ini harus mendapat persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.

"Adhoc kita buat temporary berfungsi dua minggu sampai sebulan, fungsi mensubtitusi fungsi pengawasan yang selama ini tidak dilakukan provinsi," jelas Menhub Budi.

‎Sebagai tindak lanjut kecelakaan KM Sinar Bangun di Danau Toba, Kementerian Perhubungan melakukan pembenahan tahap awal di antaranya mengukur pelabuhan sesuai kapasitas disertai dengan manifes dan kewajiban penggunaan pelampung bagi penumpang kapal.

"Kedua kita lakukan lebih signifikan pembangunan kapal, saya meninjau pembangunan kapal 300 GT. Kita akan bangun dua lagi, ASDP satu, swasta 2. Sehingga dua tahun mendatang ada 6 kapal," tandasnya.

Sumber : Liputan6Reporter : Pebrianto Eko Wicaksono

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP