Kemenperin Kembangkan Industri Kelapa di Gorontalo

Rabu, 27 Maret 2019 21:17 Reporter : Siti Nur Azzura
Kemenperin Kembangkan Industri Kelapa di Gorontalo pohon kelapa. wikipedia

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian mengembangkan potensi industri kelapa di Provinsi Gorontalo melalui program pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kelapa Terpadu, guna meningkatkan nilai tambah komoditi kelapa melalui diversifikasi produk olahan kelapa maupun produk sampingannya.

Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Kemenperin, Sri Yunianti berharap pengembangan ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku agribisnis kelapa mulai dari sektor hulu sampai hilir.

"Apabila kita lihat pohon kelapa, dari akar sampai daun dan buahnya dapat diproduksi dan diolah oleh industri kecil dan menengah," kata Sri dikutip Antara, Rabu (27/3).

Sri mengungkapkan, Provinsi Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang cukup potensial dalam pengembangan industri pengolahan kelapa.

Daerah itu memiliki areal perkebunan kelapa mencapai 71.524 hektare, dengan jumlah tanaman kelapa sebanyak 4.782.200 pohon. Dengan produksi 120 butir perpohon pertahun, total produksi kelapa di Provinsi Gorontalo mencapai 575.864.000 butir per tahun.

"Seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo memiliki lahan perkebunan kelapa yang luas. Dengan potensi yang dimiliki Gorontalo, kami bertekad untuk mendorong sektor industri pengolahan perkebunan yang berbasis bahan baku dalam negeri dengan kualitas yang mampu kompetitif di pasar ekspor," imbuhnya.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengapresiasi upaya Kemenperin dalam mengembangkan potensi kelapa di Provinsi Gorontalo melalui program pengembangan IKM Kelapa Terpadu. Menurutnya hal itu sejalan dengan upaya Pemprov Gorontalo, dalam menurunkan angka kemiskinan yang saat ini masih berada pada angka 15,48 persen.

Dia berharap, kelapa tidak lagi sebatas diolah menjadi kopra, tetapi diolah menjadi beragam produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga akan berdampak pada meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani maupun pelaku IKM kelapa.

"Kami berharap anggaran dari Kemenperin tidak hanya untuk IKM Kelapa Terpadu, tetapi juga untuk komoditi lainnya," jelas Idris. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini