Kemenkeu: Tak Tepat PPN Jadi Penyebab Mahalnya Harga Avtur di Indonesia

Jumat, 15 Februari 2019 10:44 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kemenkeu: Tak Tepat PPN Jadi Penyebab Mahalnya Harga Avtur di Indonesia pengisian bahan bakar avtur pesawat. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mahalnya harga tiket penerbangan domestik di Indonesia masih menjadi isu hangat di masyarakat. Harga bahan bakar pesawat, yakni avtur dinilai menjadi penyebab mahalnya tiket. Hal ini salah satunya dipicu oleh pengenaan PPN yang dianggap lebih mahal dibanding negara lain.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan, tak tepat jika pengenaan PPN menjadi penyebab mahalnya avtur. Menurutnya, pengenaan PPN untuk avtur ini merupakan pajak terutang.

"Selama ini avtur sudah terutang PPN 10 persen, jadi kalau dibilang pajak sebagai penyebab tingginya harga avtur saat ini, itu rasanya tidak tepat," ujar Hestu kepada media seperti ditulis Jumat (15/2).

Hestu mengatakan, di negara lain avtur juga terkena pajak sesuai tarif PPN nya masing-masing. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih dalam penyebab mahalnya tiket pesawat selain dipicu oleh pengenaan PPN.

"Kalau itu terkait meningkatnya harga tiket pesawat, mesti dilihat secara menyeluruh apa penyebabnya. Sebelum mengarah ke sana, sebaiknya diidentifikasikan terlebih dahulu dengan tepat dan komprehensive, apa penyebab kenaikan harga tiket pesawat terbang," jelasnya.

Hestu menambahkan, beberapa waktu belakangan ini tidak ada kebijakan baru terkait industri penerbangan. "Akhir-akhir ini tidak ada kebijakan perpajakan baru terkait industri atau sektor tersebut, jadi tidak fair kalau kenaikan tiket pesawat diatribusikan ke pajak." tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini