Kejar Negara Maju, Konsumsi Listrik Indonesia Ditarget 1.408 kWh per Kapita
Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan konsumsi listrik per kapita meningkat menjadi 1.408 kilo Watt hour (kWh) per kapita dalam 5 tahun ke depan. Target ini diperlukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara maju.
Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan, realisasi konsumsi listrik per kapita pada 2019 sebesar 1.084 per kWh per kapita, tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 1.142 per kWh per kapita kemudian ditargetkan terus meningkat hingga 1.408 per kWh per kapita pada 2020.
"Peningkatan konsumsi listrik per kapita 1.408 kWh per kapita," kata Arifin, saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/1).
Target konsumsi listrik per kapita terus ditingkatkan sebab konsumsi listrik Indonesia masih tertinggal dibanding negara Asia Tenggara yang maju.
"Dibandingkan negara-negara ASEAN yang dikatakan maju, kita mulai agak tertinggal," tuturnya.
Menurut Arifin, sejumlah upaya disiapkan untuk menggenjot konsumsi listrik per kapita, salah satunya meningkatkan program kelistrikan di wilayah Indonesia Timur dan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mempermudah kendaraan listrik mengisi energi.
"Perlu dilakukan program-program keseimbangan listrik, khususnya penambahan SPKLU target 2024 1.558 unit," tandasnya.
Konsumsi Listrik Turun Saat Natal dan Tahun Baru
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPelaksana tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani memperkirakan beban puncak kelistrikan, khususnya sistem Jawa-Bali pada libur Natal dan Tahun Baru mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya mencapai 30 persen.
Mulai 24 Desember 2019 beban puncak listrik sistem Jawa Bali mencapai 23.753 Mega Watt (MW) turun menjadi 21.364 MW pada 25 Desember 2019 dan pada 1 Januari 2020 kembali menurun menjadi 19.364 MW.
Dia mengungkapkan, menurunnya konsumsi listrik tersebut disebabkan banyaknya industri yang mengurangi aktivitasnya, sehingga daya listrik tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan perayaan natal dan tahun baru.
Secara umum, pasokan daya listrik di seluruh Indonesia pada 22 sistem besar kelistrikan termasuk di luar sistem besar dalam kondisi cukup dan aman. Khusus untuk, sistem Jawa-Bali memiliki daya mampu mencapai 36.942 Megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi sepanjang tahun 2019 sebesar 27.973,4 MW, cadangan listrik mencapai 8.968,6 MW.
Beberapa kondisi sistem yang di luar Jawa Bali sejak 18 Desember 2019 meliputi Sistem Sumatera memiliki daya mampu tertinggi 6728 MW dengan beban puncak tertinggi yang pernah terjadi di tahun 2019 sebesar 5.702 MW, sehingga terdapat cadangan 1.026 MW.
Sistem Batam dan Bintan memiliki daya mampu 535 MW dengan beban puncak 361.4 MW sehingga terdapat cadangan 173,6 MW. Sistem Kalimantan memiliki daya mampu 1.400 MW dengan beban puncak sebesar 1.048 MW sehingga terdapat cadangan 352 MW.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya