Ke Palmerah, Menhub Budi jajal aplikasi transportasi publik anyar
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendatangi langsung Stasiun Palmerah di Jakarta pada H+2 Lebaran 2017 ini. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menguji aplikasi bernama Moovit yang telah dikerjasamakan dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Aplikasi ini diklaim akan mempermudah masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi umum yang terintegrasi dengan KRL Jabodetabek, TransJakrata dan Kopaja. Menurut Budi, pembuatan aplikasi tersebut berdasarkan keluhan masyarakat akan transportasi di Jakarta yang kurang maksimal.
"Pemerintah selalu berusaha untuk menginvestasikan sarana dan prasarana transportasi, Sekarang lagi LRT, dan kita akan memperkuat lagi dengan ERB, tapi semua itu tidak akan maksimal tanpa aplikasi tertentu," jelasnya saat meninjau Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Senin (26/6).
Menurut Budi, aplikasi yang telah dipakai di 75 negara dan 1.300 kota di seluruh dunia ini akan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui detail dari jarak hingga titik transit saat menggunakan transportasi umum.
"Satu aplikasi yang bisa di gunakan ini adalah keniscayaan semua orang ingin mengetahui kabar dari handphone-nya, dengan adanya apliaksi ini pasti melengkapi satu moda ke moda yang lainnya," tuturnya.
Budi mengapresiasi perusahaan Moovit yang telah bekerja sama dengan BPTJ dalam pengembangan aplikasi transportasi tersebut tanpa mengeluarkan anggaran dari pemerintah. "Tidak ada uang pemerintah, suatu usaha swasta. Jadi saya minta Transjakarta, Kereta Api Indonesia untuk menyupport," tuturnya.
"Kita yakin, dengan aplikasi ini kita mendapatkan suatu fasilitas yang berguna untuk kita semuanya. Untuk efisiensi angkutan kita yang ada di sini," tambahnya.
Yang menarik, saat menjelaskan tentang aplikasi tersebut, Budi Karya langsung menantang pihak Moovit untuk menguji aplikasi tersebut. Pengujian dimulai menggunakan 3 moda transportasi sekaligus yaitu, KRL Commuter Line, Kopaja, dan Transjakarta di mana rute dari Stasiun Palmerah menuju kantor sang Menteri di kawasan Medan Merdeka Barat.
"Saya ngak mau cuma teori nanti, saya akan coba gunakan Moovit," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya