Jor-joran Pemerintah Jokowi Genjot Konsumsi, Dari Beli Rumah Hingga Mobil Tanpa DP

Senin, 22 Februari 2021 07:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Jor-joran Pemerintah Jokowi Genjot Konsumsi, Dari Beli Rumah Hingga Mobil Tanpa DP Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 membuat sebagian masyarakat menahan untuk belanja kebutuhan. Masyarakat memilih menabung dan tidak mau berutang ke bank karena tingginya ketidakpastian ekonomi. Hal ini terlihat dari penyaluran kredit perbankan yang melambat mulai awal 2020 silam.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, kredit perbankan pada semester I-2020 melambat karena aktivitas perekonomian yang terbatas dan kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit. Akibatnya, pertumbuhan kredit perbankan yang tercatat 6,08 persen di 2019, terus melambat menjadi 1,49 persen di Juni 2020.

Perlambatan kredit disebabkan adanya kontraksi kredit modal kerja, sejalan dengan berhentinya aktivitas usaha di tengah kredit konsumsi dan kredit investasi yang masih tumbuh positif. Dari sisi penawaran, meningkatnya risiko kredit membuat perbankan menunjukkan perilaku risk-averse.

Sementara itu, tabungan masyarakat di bank terus meningkat. Data Desember 2020 menunjukkan adanya peningkatan nominal simpanan dengan tingkatan atau tiering di bawah Rp100 juta sebesar 2,76 persen secara bulanan (mom) atau 8,06 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp954 triliun.

Di sisi lain, simpanan dengan tiering di atas Rp5 miliar terpantau mengalami penurunan sebesar minus 1,32 (mom), namun secara tahunan tumbuh Rp14,19 persen (yoy) menjadi Rp3.207 triliun.

Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan terus mengalami pertumbuhan sejak tahun lalu. Tren yang sama juga masih terlihat di awal tahun 2021 karena konsumsi masyarakat yang masih tertahan.

"Kalau kita lihat DPK awal tahun masih cenderung meningkat," kata Purbaya dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Kamis (28/1).

Dana Pihak Ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat di perbankan selama tahun 2020 terus mengalami peningkatan. Tercatat DPK perbankan tumbuh hingga 26,24 persen pada tahun lalu.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan, kondisi ini terjadi karena masyarakat masih enggan membelanjakan dana yang dimiliki. Sebab mereka khawatir ketika melakukan aktivitas konsumsi malah terpapar virus corona.

"Banyak masyarakat yang punya dana tidak mau belanja ke restoran, mal, ke Bali atau lainnya karena takut kena pandemi (terpapar virus corona)," kata Perry dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi XI DPR-RI, Jakarta, Selasa (9/2).

Baca Selanjutnya: Turunkan Suku Bunga Acuan Terendah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini